Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Breaking News

Kamis, 17 Agustus 2017

Generasi Islam Indonesia Merdeka

By on 17.8.17

Kita adalah generasi dari Soekarno
Kita adalah para penerus semangat Indonesia
Namun kemana Seokarno-Seokarno muda itu pergi?
Kemana cita-cita yang dulu kita pekikkan bersama teriakan merdeka itu, kinu tak kunjung datang

Jumat, 30 Juni 2017

Umat Islam Harus Belajar Hukum

By on 30.6.17

KAMI UMAT ISLAM HARUS LAPOR KEMANA?

CURHAT SEORANG PENGACARA
Lawyer sekelas Eggy Sudjana aja bingung...

KAMI UMAT ISLAM HARUS LAPOR KEMANA?

1|. Diduga kuat telah terjadi tindak pidana yang dilakukan oleh sekumpulan orang, terstruktur, terorganisir dan massif, yang dilakukan secara sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Agama (ISLAM).
2|. Div Humas Mabes Polri mengunggah video yang pada pokoknya berisi adegan orang kristen yang sedang sekarat di dalam ambulan, tidak perkenankan lewat oleh jamaah pengajian orang Islam, padahal orang yang sekarat itu sangat membutuhkan pertolongan dan akses menuju rumah sakit.

3|. Konten/informasi dalam video tersebut jelas keliru, fitnah yang sangat kejam terhadap umat Islam, dan merupakan sarana untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Agama (ISLAM).

4|. Video tersebut melanggar ketentuan Pasal 28 ayat (2) UU ITE:
"Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)".

5|. Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

6|. Berdasarkan ketentuan pasal 21 ayat 4 KUHAP, semua Tersangka pengedar video SARA yang diunggah Div Humas Polri dapat langsung ditahan, karena ancaman pidana pasal 28 ayat 2 UU ITE diatas 5 (lima) tahun.
7|. Unsur "Setiap Orang" dalam pasal 28 UU ITE dapat meliputi siapa saja yang memiliki andil dalam penyebaran video SARA yang diunggah Div Humas Mabes Polri. Secara institusi yang wajib bertanggung jawab adalah: Divisi Humas Polri, Lembaga Penjurian Video, Lembaga/rumah produksi Pembuat Video dan seluruh lembaga sponsor.

8|. Karena pertanggungjawaban pidana hanya diberikan kepada orang bukan lembaga, maka yang wajib diperiksa dalam kasus video SARA adalah Sang Sutradara Film, Seluruh Aktor dan Kru, kepala Div humas Mabes Polri, penanggung jawab Sponsorship dari mitra.

9|. Karena tindak pidana tidak saja diberlakukan kepada para pelaku utama tetapi juga terhadap siapa saja yang menyuruh, membantu, atau turut serta melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, maka Kapolri juga harus diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan baik secara aktiv maupun secara pasif berupa persetujuan, hingga akhirnya video SARA tersebut beredar luas di masyarakat.

10|. Unsur "dengan sengaja" dalam Kasus video SARA yang diunggah div humas Mabes Polri dapat dibuktikan dengan teori sengaja kemungkinan. Meskipun sengaja dengan maksud maupun tujuan, dapat ditepis pihak Sutradara dengan berdalih tidak ada niat dan maksud untuk memfitnah umat Islam dan memecah belah kelompok individu dan masyarakat. Tetapi secara kemungkinan, pihak Sutradara patut melihat kuat adanya kemungkinan ketersinggungan umat Islam dan potensi pecah belah masyarakat dari video yang di produksi.

11|. Unsur "tanpa hak menyebarkan informasi" harus dimaknai dalam konteks tanpa hak mendeskreditkan persepsi umat Islam dalam video yang digambarkan intoleran dan sadis. Seharusnya, sang Sutradara harus meminta izin terlebih dahulu kepada seluruh umat Islam sebelum mendistribusikan video SARA tersebut atau setidak-setidaknya meminta izin untuk menggunakan hak mendistribusikan video SARA melalui perwakilan umat Islam di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai representasi umat Islam.

12|. Unsur "menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)" adalah unsur objektif bukan subjektif. Unsur ini dikembalikan kepada dua hal. Pertama, keterangan saksi fakta dari masyarakat yang merasa tersinggung dan tidak terima dengan video SARA tersebut. Kedua, keterangan dari saksi ahli yang menjelaskan bahwa video SARA tersebut memang tidak layak disebarluaskan. Mengenai adanya ketersinggungan umat Islam, ini merupakan fakta yang sangat jelas dan tidak dapat dipungkiri.

13|. Dalam konteks akademis, Video SARA tersebut bukanlah produk ilmiah sehingga tidak perlu diverifikasi secara akademis. Kalau-lah video ini dianggap karya cipta akademis, maka tetap saja harus diproses pidana sebagaimana Tesis HRS yang juga diproses hukum oleh Polda Jabar, termasuk buku Jokowi Under Cover. Silahkan pilih, video SARA mau disetarakan Tesis atau Buku Karangan Bambang Tri, yang jelas keduanya telah diproses pidana.

14|. Merujuk pada unsur "Barang Siapa" yang secara nyata melibatkan banyak pihak, maka semua pihak yang terlibat dalam proses produksi, penjurian, evaluasi, penentuan kemenangan, pendistribusian via jejaring sosial, seluruh sponsor, hingga admin akun div humas Polri harus diperiksa, dan BERPOTENSI MENJADI TERSANGKA Serta DAPAT LANGSUNG DITAHAN (DIPENJARA).

15|. PERMINTAAN MAAF SANG SUTRADARA TERMASUK PENGHAPUSAN VIDEO DARI AKUN SOSMED DIV HUMAS POLRI TIDAK DAPAT MENGHILANGKAN UNSUR PIDANA YANG TELAH DITIMBULKAN.

16|. Tetapi RAKYAT DAN UMAT ISLAM BERTANYA, MAU LAPOR KEMANA ? KEPADA SIAPA ?

17|. Mau Lapor ke MABES POLRI ? Ke Polda? Polres ? Polsek ? ADAKAH JERUK MAKAN JERUK ? Sampai disini kita bisa memahami kenapa HRS tidak lapor balik fitnah chat Firza Husein ke Mabes Polri.

18|. Mau lapor ke PRESIDEN? Bukan-kah Kapolri ada pada kendali Presiden sehingga semua kebijakan penegakan hukum ada pada kendali Presiden ? Mau berdalih tidak mau intervensi HUKUM ?

19|. Akhirnya rakyat dan Umat Islam mengadukan semua kedzaliman ini hanya kepada Allah SWT dan menyampaikannya kepada publik. Hanya Allah SWT, sebaik-baik penolong dan Dzat maha pemberi keadilan.

وَقَالُواْ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَڪِيلُ

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." [QS Ali Imran: 173]

Selasa, 16 Mei 2017

Islam Indonesia dan Ulama

By on 16.5.17

Semoga Islam mampu membangkitkan negeri Indonesia ini dengan cahayanya. Semoga umat Islam Indonesia mampu menjadi seperti rembulan yang meneruskan cahaya Islam. Inilah tugas jangka panjang Ulama untuk mengingatkan ummat. Jika saat ini Ulama terpaksa maju di barisan depan tentu itu artinya ummat Islam Indonesia telah mencapai titik yang mengkawatirkan.

Diamnya Ulama tentu akan menyebabkan kerusakan yang fatal, diamnya ummat Islam dari seruan kebenaran juga adalah sumber kerapuhan. Dimana ketika negeri Indonesia ini dalam keadaan kritis dan rakyatnya rapuh saat itulah penjajahan fisik akan menimpa negeri ini, seperti negeri Islam lainnya yang terlambat menyambut seruan Ulama untuk kembali ke kebenaran Islam yang hakikatnya untuk kebaikan kita semua.

Rabu, 12 April 2017

Turut Mendoakan Reprensentasi KPK, Novel Baswedan

By on 12.4.17

Penjajahan dinegeriku saat ini bukanlah dengan kekerasan atau senjata namun dengan cara halus melalui penjajahan spiritual (mental), ekonomi (pengangguran), dan pendidikan (kebodohan).

Teror yang sebenarnya bukanlah menarget bangunan atau sekelompok orang, namun ancaman kepada diri seseorang, seperti yang terjadi pada Novel Baswedan, pernah ditabrak dan kini disiram air keras.

In syaa Allah setiap kesakitan yang diterima seorang muslim mampu menghapus dosanya sehingga meninggikan kedudukannya. Teror yang sesungguhnya adalah digunakan untuk menekan kebaikan, dan pelakunya pantas disebut Teroris. Naudzubillah.

Minggu, 02 April 2017

Tanya Jawab Seputar Islam

By on 2.4.17

🌹PERTANYAAN
Dari  :  SR (TFD 3)

Assalamualaikum ustad, apakah bisa tercapai sakinah mawadah warahma-nya pernikahan apabila pernikahan itu di landaskan salah satu dari pasangan memakai pelet untuk mendapatkan si pasangan, terus ustad apa bedanya guna2 dari kaya dukun dengan amalan2 pengasih dari ayat2 suci gitu. Satu lagi tad adakah amalan2 untuk terhindar dari pelet atau guna2 tersebut baik dari dukun atau ayat2 suci itu? Sebelumnya terimakasih ustad

🌷JAWABAN

Www.
1. Saya tidak tahu apakah bisa menjadi sakinah mawaddah dan rahmah jika si perempuan dipelet atau sejenisnya. Karena yang memberikan rasa cinta adalah ALLAH. Orang yang menikah dengan rasa cinta saja pun terkadang tidak mendapatkan rasa sakinah tersebut.

2. Sihir atau guna2 dilakukan oleh penyihir yang dibantu oleh setan dan biasanya menggunakan cara2 terlarang

3. Menjaga perintah2 ALLAH, menjauhi maksiat, banyak berzikir khususnya zikir untuk perlindungan diri

👳 Hb. Ahmad Ghozali Assegaf

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

Jumat, 31 Maret 2017

Dewangga Pradhana Undercover Bag. 1

By on 31.3.17

Kalau beberapa orang menganggap saya manusia yang hemat maka sebenarnya saya boros. Dalam hal pengeluaran materi saya sanggup berhemat namun boros dalam memangfaatkan waktu. Bahkan bisa dianggap berfoya-foya dengan waktu.

Hal itu bisa saya ubah ketika momen pernikahan. Sebuah ibadah sakral yang menjadikan saya seorang suami yang nantinya bertanggung jawab terhadap istri dan anggota keluarga yang saya pimpin.

Selasa, 28 Maret 2017

Kenapa Umat Islam Di Takuti

By on 28.3.17

Berbagai kebuntuan dakwah di negeri-negeri muslim pasti solusi jawabannya ada di satu bagian akar yang sama. Bahkan sangat tepat untuk menjawab tantangan bangsa Indonesia saat ini.

Saya sadari hal ini ketika dengan izin Allah SWT saya berkesempatan membangun ukhuwah sampai Irian Jaya saat itu. Merasakan bagaimana menjadi minoritas dst.

Jamaah seperti NU, Muhamadiyah, PKS, HT, Salafi, Persis, FPI, Jamaah Tablik, Dewan Dakwah dan banyak lagi ormas Islam yang berkorban dalam bagian bagian tertentu sebut saja Bulan Sabit Merah pada bagian kesehatan, ada juga bagian zakat, bahkan sampai MUI mereka mempunyai permasalahan utama yang harus dilalui untuk mencapai tujuan mulianya yang solusinya berada di ormas lain atau tempat lain bahkan diwaktu yang lain (masa lalu). 

Benar, jawaban kemacetan Salafi ternyata ada di Jamaah Tablik, keterbatasan NU ternyata solusinya ada di HT, solusi tantangan yang di hadapi FPI berada di Muhamadiyah dst. Sayangnya komunikasi mereka terbatas untuk saling membantu atau malah sengaja dibatasi, dan memang tidak akan dibiarkan ormas Islam menjadi besar karena Ancaman akan sangat besar. Telah terbukti bagaimana segelintir orang di negeri ini berkumpul untuk menegakkan keadilan di jakarta mulai dari 2 juta meningkat menjadi 7 juta jiwa.

Singkatnya mereka belum bersatu, inilah yang belum bisa di capai. Kebanyakan manusia meremehkan arti persatuan meskipun dalam hati setiap orang yang sadar dan waras menginginkan kebersaan dan persatuan tersebut. Menjaga persatuan bukan hal mudah seperti setiap hal baik lainnya, apalagi semakin tidak mudah karena campur tangan pihak yang serakah dan ingin menguasai dunia ini (invisible hand). Pihak yang bahkan berhasil menimbulkan sekat antara polisi dan TNI sehingga timbul gesekan-gesekan yang merusak persatuan dikalangan mereka, padahal logikanya mereka sama-sama pihak yang menjadi penjaga NKRI, inilah sebagian yang saya maksud diatas dapat menjawab tantangan negeri ini. 

Setiap insan berpendidikan mengetahui bahwa dengan persatuan, mampu menghasilkan kekuatan yang besar, dan mengatasi keterbatasan.

Satu bagian yang muncul dari pola pikir umat Islam bagaimana mengatasi kebuntuaan dalam gerakan organisasi.

Jawabannya ada pada PERSATUAN yang kokoh minimal dengan satu komando.

Perhatikan bagaimana organisasi sebesar Nu yang ketika dibawah satu komando mampu mengantarkan kader terbaiknya menjadi presiden yaitu Gus Dur, dan ketika beliau menunjukkan kapasitas terbaiknya untuk Agama, Bangsa dan Negara, maka invisible hand yang ingin menguasai bangsa ini dengan segala daya upaya berusaha mengantikan beliau.

Jumat, 24 Maret 2017

MULAILAH MENJADI MUSLIM YANG MEMBERI KEBAIKAN MULAI SAAT INI JUGA

By on 24.3.17

AYO BANTU SAUDARA KITA DI SURIAH, PALESTINA, MYANMAR...

MEREKA BILANG, ADA ADA AJA, PADAHAL YANG DEKET BANYAK YANG JUGA BUTUH BANTUAN, MALAH MEMENTINGKAN SAUADARA DI LUAR NEGERI...

MEREKA KAN SAUDARA KITA, MALAH JAUH MEMBUTUHKAN


AKHIRNYA ALLAH MENJAWAB PERMINTAAN MEREKA, 




411 - 2,5 JUTA LEBIH MUSLIM BERKUMPUL DIJAKARTA DAN KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA, 

AKSI SELANJUTNYA 212 - 7 JUTA LEBIH MUSLIM BERKUMPUL DIJAKARTA DAN SEKITARNYA 

MEREKA BERSIKAP SINIS DAN SEMAKIN MENJADI, MENYEBUT AKSI 212 DENGAN BERBAGAI KEBURUKAN, KEMUDIAN DIBALAS DI BERBAGAI TEMPAT, KEBENARAN AKHIRNYA MUNCUL BERTUBI-TUBI MEMBANGKITKAN KESADARAN UMAT ISLAM

SAYANGNYA SEBAGIAN BESAR MUSLIM TURUT TERPENGARUH DENGAN PROPAGANDA NEGATIF MEDIA DAN TERTUTUPI KEBIASAAN BURUK MEREKA, NAMUN KEMBALI DIBALAS OLEH ALLAH DENGAN BERTUBI KESALAHAN PARA PERUSAK ISLAM SEMAKIN MENYADARKAN UMAT ISLAM.



 APAKAH RUMAH DAN SEISINYA ITU BISA DIGANTI DENGAN KASUR, BANTAL DAN SELIMUT BARU?
APAKAH TRAUMA INI BISA DILUPAKAN DENGAN MUDAH?


JIKA ANDA PERNAH TERKENA BANJIR ANDA AKAN TAHU, BANTUAN ANDA JAUH TIDAK BERNILAI DIBANDINGKAN  KERUSAKAN YANG ANDA DERITA, NAMUN KEPEDULIAN ANDALAH YANG JAUH LEBIH MENGOBATI KESEDIHAN MEREKA

Selasa, 28 Februari 2017

Ciri Khas Setiap Manusia

By on 28.2.17

Pola adalah satu ciri khas yang selalu melekat dalam setiap aktivitas, tanpa sadar kita sering melakukan pola yang sama. Kesadaran tentang pola dapat menjadikan kita peramal masa depan yang hebat.

Sebagai seorang guru matematika saya sering membuat soal bagi peserta didik dan tanpa sadari angka-angka yang sama muncul dan inilah pola yang awalnya tanpa saya sadari muncul

Rabu, 22 Februari 2017

MUSLIM BERSATU DALAM LANGKAH

By on 22.2.17

Geram memang, mengetahui bagaimana keadaan umat Islam saat ini yang tercerai berai karena pemberitaan yang tidak adil, ditambah penegakkan hukum yang tebang pilih dan seambrek kasus penyimpangan dalam kehidupan masyarakat.

Masyarakat beragama di negeri ini tidak selayaknya demikian, terlebih umat Islam. Menilik kembali dari setiap ajaran Islam yang telah lengkap maka tidak ada keraguan lagi untuk kita mampu mengatasi hal tersebut.

Sebagai contoh: Umat Islam yang pada umumnya, masih goyah ketika dihadapkan dengan urusan materi dan dunia. Akibatnya menghadapi para milyaderpun kita menjadi pesimis, mereka adalah pemilik modal triliyunan rupiah, dan ingin menguasai negeri ini, kesempurnaan Islam membuat mereka tidak punya pilihan selain harus menghancurkan Islam, agar keserakahan mereka tercapai.

Apa yang bisa kita lakukan, melawan penjajahan kasat mata yang mencengkram kesegala bagian vital negeri ini.
Jika kita seorang muslim yang tidak gentar dihadapkan dengan materi dan dunia maka jawabannya mudah sekali.