Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Rabu, 24 April 2013

Apakah Kita Sudah Mengenali Diri Sendiri?

By on 24.4.13


Setiap hari anda tentu mendengar cerita-cerita kakek dan nenek serta senda gurau mereka, cerita-cerita yang mendorong cinta tanah air dan cerita-cerita tentang ketinggian budi pekerti, cerita-cerita yang didalamnya ada kesenangan dan hiburan. Jika mau memperhatikan, sebetulnya tema-tema dari sebuah cerita akan mengajak kita mengenal diri.
Janganlah anda berprasangka diri anda lemah. Jangan berkata, “Tidak ada diantara kita yang mengenali dirinya?” Jika ditulis dengan kata-kata yang indah dengan kalimat “Hai manusia kenalilah diri Anda”, maka dari zaman nabi adam sampai sekarang, tidak diturunkan kepada manusia –kecuali hanya sedikit dari mereka—yang mengenali dirinya.
Kapan anda mengenali diri anda? Siapakah anda? Bagaimana Anda bisa mengenali diri, sedangkan Anda tidak pernah mau mengenalinya disetiap saat. Hari-hari anda hanya dipenuhi dengan bersenang-senang. Anda sering mengatakan “Aku”,  tetapi apakah anda pernah bertanya lagi kepada diri Anda: “Siapa sebenarnya Aku” Apakah tubuhku ini adalah aku? Apakah aku adalah anggota badan ini dan anggota yang lain? Sesungguhnya fisik ini kedang-kadang berkurang oleh virus ataupun penyakit, yang mengakibatkan seorang berkurang kemampuannya. Maka, siapakah sebetulnya aku?
Dahulu saya adalah anak-anak, lalu menjadi remaja, kemudian menjadi dewasa. Tidakkah anda mencoba bertanya apakah remaja ini adalah anak itu? Dan, tangan saya, apakah tangan yang kecil itu? Kemana perginya tangan itu? Dari mana datangnya ini semua?
Pagi-pagi itu anda mendengar deringan jam untuk bangun. Diri anda merasa diajak untuk bangun. Ketika anda terbangun maka anda pelan-pelan mendengar panggilan kehangatan tempat tidur, beserta kenyamanannya. Keduanya saling menarik: yang satu mengajak bangun dan satu lagi menyeret untuk tidur kembali. Apakah anda pernah bertanya apa ini dan apa itu? Apa Anda berada diantara keduanya? Tidak sedikit orang yang menggambarkan keburukan dan kemalasan untuk anda, lalu menyeret untuk tidur kembali lantaran kelezatannya. Nah, kira-kira apa yang membuat anda malas bangun tidut? Mereka mengatakan bahwa yang mengajak tidur adalah nafsu dan yang mengajak bangun itu adalah akal. Pernahkan anda dalam sehari memikirkannya, benarkah nafsu yang mengajak pada kejelekan dan akal yang mencegahnya.
-Nafsu membawa kita pada yang berlebihan dan akal yang membatasinya: seperti sebuah kendaraan yang berjalan pelan maka lama mencapai tujuan, dengan nafsu menjadikannya melaju kencang. Namun untuk benar-benar sampai ditujuan ia harus berhenti, disanalah akal bekerja untuk menempatkan kendaraan itu sesuai pada tujuannya. Han Prahara-
Ketahuilah bahwa diri anda adalah makhluk yang menakjubkan: silih berganti, berubah setiap saat, dan tidak menetap dalam satu keadaan. Anda menyukai seseorang, sehingga Anda melihatnya sebagai raja; kemudian anda membencinya, dan melihatnya sebagai setan. Ubahlah keaadaan diri anda dalam fitrahnya, maka akan terlihat dunia yang tertawa. Jika anda digambar maka gambar-gambar itu akan dipenuhi dengan warna-warna yang jelas. Lantas anda melihatnya, hingga membuat bingung dan menangis. Badan Anda menjadi lemah, membuat anda tidak mampu bergerak lagi.
Berbeda saat kedudukan mengelilingi anda, otomatis kegembiaraan akan memasuki diri Anda. Anda menjadi giat dengan akal dan berlari seperti larinya kijang. Maka, dimanakah letak kekuatan itu bersembunyi dalam diri anda? Apakah anda pernah bertanya ketika marah atau bahagia, bagaimana Anda mampu melakukannya?
Wahai saudaraku sesungguhnya jiwa itu seperti sungai yang mengalir, sehingga tidak settes airnya yang tetap pada tempatnya, dan tidak sebentarpun berhenti. Tetesan air itu akan datang dan pergi. Tetesan air itu didorong dari belakang. Jika mati satu maka akan lahir satu lagi.
Nah, begitulah kiranya gambaran diri anda. Ada yang mati da nada juga yang lahir. Maka carilah diri Anda yang sempurna, dan naikkan ia ketempat tertinggi, sehingga anda akan selalu melahirkan sesuatu yang baik. Jangan katakan “Saya tidak mampu.” Oleh sebab itu jangan membeku dalam suatu keadaan. Sesungguhnya anda selalu dalam perjalanan dan segala keadaan yang anda miliki adalah tempat pemberhentian. Anda tidak akan turun didalamnya, sehingga anda mengenali diri sendiri.
Hai saudaraku, bersabarlah dengannya. Penuhkan rahasia-rahasianya, dan selalu bertanya, apa itu jiwa? Apa itu akal? Apa itu hidup? Apa itu umur? Akan kemana perjalanan ini? Janganlah anda lupa bahwa orang yang mengenali dirinya akan mengenali Tuhannya. Maka, kenalilah hidup, kenalilah kelezatan yang hakiki, yakni pahala disisi-Nya. Barang siapa yang melupakan Allah, maka sesungguhnya Allah akan melupakan diri mereka.
Dikembangkan dari Hal 125-128

IR Pradhana

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sematkan ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentar Anda. Semoga semakin jelas apa yang selama ini meragukan pribadi Anda! Salam Sukses dan Salam Bahagia
ttd
Han Prahara & Ailuana Jr