Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Minggu, 19 Juli 2015

BILA KITA MELIHAT SECARA BIASA SELAYAKNYA KAMI MELAKUKANNYA

By on 19.7.15

Pagi ini ketika serentak umat Islam Indonesia melaksanakan sholat Ied, sebuah serangan terjadi dari orang non muslim yang membakar masjid dan merembet ke rumah dan kios-kios yang satu atap dengan mushola naas itu.
Bukankah selayaknya jika kita membalas membakar tempat ibadah mereka!. Itulah yang akan terjadi ketika kita melihatnya secara biasa.
Ketika Ibu Kota negara kami yang mayoritas muslim dipimpin oleh seorang non muslim yang kemudian mencampuri urusan umat muslim berkali-kali bahkan menggunakan kekuasannya untuk melegalkan keputusannya.
Bukankah selayaknya jika kita mengganti pemimpin tersebut!. Itulah yang akan terjadi ketika kita melihatnya secara biasa.
Ketika disebuah negeri yang dikarunia sungai nil, para pemimpin partai Islam ditahan tanpa alasan yang jelas, belasan pemimpin mereka dibunuh, bahkan presiden terpilih mereka diturunkan dengan paksa.
Bukankah selayaknya mereka mengangkat senjata!, terlebih ketika sebuah organisasi bernama ISIS mendeklarasikan perang. Itulah yang akan terjadi ketika kita melihatnya secara biasa.
Namun sebagian kami tahu, bahwa mereka yang membakar itu karena terprovokasi, bersamaan dengan datangnya misionaris asing yang saat itu mengadakan kegiatan injil di Indonesia padahal selama 10 tahun sebelumnya hal itu tidak pernah terjadi. Karena kami tahu mereka melakukan hal tersebut karena tidak tahu tentang ajaran Islam yang Rahmatan lil Alamin.
Kami yang mayoritas muslim menerima dalam undang-undang membebaskan setiap pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah sesuai kepercayaannya. Bukankah Islam termasuk 5 agama yang diakui di negeri ini. Kenapa GIDI seminggu sebelumnya melarang kami merayakan hari raya kami? bahkan melarang muslimah kami memakai jilbab. Mereka bahkan menulis yilbab dalam surat mereka. Apakah mereka melarang hal yang bahkan mereka tidak tahu cara menulisnya dengan benar.
Apakah kami pernah melarang bahkan membakar tempat ibadah mereka?. Mereka bahkan dalam suratnya menutup gereja yang tidak sealiran dengan mereka. Kami tidak masalah jika hal itu dalam masalah internal mereka. Namun bukankah kita berbeda agama, yang mudah salah paham dan mudah terprovokasi seharusnya kalian lebih berhati-hati. Apakah kalian telah lupa kejadian ketika umat islam sama banyak dengan umat Kristen di Ambon sehingga terjadi kerusuhan dengan korban jiwa yang tidak sedikit sementara di tolikara muslim sedikit sehingga kini mereka diungsikan.
Jika kami sama dengan mereka yang mudah terprovokasi untuk membakar tempat ibadah yang berbeda kepercayaan. Itu artinya kami melihat dengan cara biasa seperti mereka. Untunglah kami seorang muslim, yang diajarkan lebih baik bagi kami untuk tidak membalas dengan keburukan yang sama, semata-mata mengharap Ridho-Nya. Khususnya setelah sebulan terlatih dalam bingkai Ramadhan. Karena itu tidak sepantasnya kami membalas juga dengan membakar tempat ibadah mereka. Balaslah dengan pengorbanan yang lebih besar untuk agama dan mengharap ridho ALLAH SWT.
Untuk Saudaraku,
Lihatlah saudaraku, apakah kalian masih mau percaya dengan media-media yang sering kalian dengar dibandingkan dengan saudara-saudara kalian yang seyakinan ketika pemberitaannya tidak berimbang. Seorang muslim bukanlah orang yang pertama untuk menyerang orang-orang yang membenci Islam. Bagian mana dari Islam yang mengajarkan untuk menyakiti sesama, meski itu berbeda kepercayaan, bukankah ajaran kita yang mengajarkan kasih sayang terhadap linkungan kita, terhadap makluk ciptaan Allah SWT lainnya. Dan kita yang senantiasa memegang teguh ajaran itu.
Bukan mereka yang membantai saudara kita di Rohingnya, yang juga mengajarkan untuk menyayangi makluk hidup, bahkan mengorbankan dagingnya untuk dimakan burung. Namun kitalah umat Islam yang senantiasa konsisten dengan kepercayaan kita. Dalam ajaran kita nabi Ayub AS yang mengembalikan ulat yang keluar dari korengnya.
Maka merupakan suatu kebagian tersendiri bagi saudaramu disini jika engkau tergerak untuk membantu mereka. Bahkan kepedulianmu juga sangat berarti bagi mereka. Namun jika ketidak pedulian yang kalian pertahankan maka sungguh suatu saat pembakaran itu akan terjadi di tempat-tempat kalian baru setelah itu kalian mampu merasakan pentingnya arti dukungan, kepedulian dan bantuan dari saudara-saudara sekeyakinanmu.
Sebuah Ghazwul Fikr
Ketahuilah bahwa penistaan terhadap agama Islam ini, bukan suatu kebetulan, namun usaha pembelaan mereka ketika mereka tidak mampu menjawab kenapa dalam sejarah Yahudi sering kali menjadi korban pembantaian oleh negara-negara. Dan penistaan ini akan terus berlanjut bahkan menjadi pembantaian yang merata jika umat Islam tidak segera menyadari apa yang sesungguhnya menjadikan mereka kuat. Ketika umat Islam hanya terdiam menyaksikan saudaranya di aniyaya padahal informasi itu telah sampai kepada mereka dengan jelas. Ketahuilah mereka telah gentar ketika umat Islam Aceh membantu pengungsi muslim rohingnya.
Jika kita lihat saudaramu bersikap tampak berlebihan namun masih tidak melanggar ajaran agama Islam, maka percayalah mereka mengetahui apa yang belum kita ketahui. Dari perjalanan di papua ini saya menjadi lebih memahami mekanisme di MUI dalam mengeluarkan fatwa, merasakan perlunya kelompok yang melarang untuk meminum minuman yang memabukkan. Karena efeknya yang begitu buruk pada masyarakat. Mengetahui bahwa GIDI ternyata merupakan gereja zionis sehingga pengaruh Yahudi sangat kuat disini. Melihat bagaimana ketika umat Islam dalam toleransi ketika mereka dalam kalangan mayoritas non muslim sangat mudah di terdzolimi karena sebagian kecil orang tidak bertanggung jawab, dan sebagian besar mereka yang dengan mudah terprovokasi.
Jika mereka non muslim dipapua dengan provokasi kecil menjadi anarkis, tunjukkan bahwa muslim adalah sebaliknya. Dalam Intimidasi sebesar apapun tetap berpegang teguh pada ajaran yang Rahmatan lil Alamin. Getarkan mereka yang tidak suka Islam dengan kepedulian, dukungan, bantuan kita terhadap saudara-saudara yang kini terdzolimi, saling sayang menyayangi dan berprasangka baik terhadap saudaramu. Jagalah pemikiran kita dari berbagai pemikiran mengecilkan terhadap saudaramu. Karena Islam adalah ajaran yang meninggikan derajat setiap manusia dan tidak ada bagian dari ajaran Islam untuk dzolim terhadap makhluk lainnya kecuali untuk membela diri.


*setelah asing gagal memprovokasi kaum muslimin di Indonesia, kini mereka memprovokasi kaum nasrani dengan mengatakan 300 gereja dibakar tanpa pemberitaan. Namun mereka tidak dapat merinci. Saya yakin umat Islam yg dekat dengan ulama akan dapat menahan diri. Namun melihat kondisi non muslim papua saya menyangsikan terhadap non muslim sehingga sebaiknya kita umat muslim selalu siap sedia.

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sematkan ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentar Anda. Semoga semakin jelas apa yang selama ini meragukan pribadi Anda! Salam Sukses dan Salam Bahagia
ttd
Han Prahara & Ailuana Jr