Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Kamis, 19 November 2015

Bersikap adil kepada saudara seakidah bisa lebih sulit

By on 19.11.15

Kelembutan hati, senyuman dqn saling menjaga hati saudaranya adalah akhlak seorang muslim, jangan sampai kita kalah dengan umat selain Islam. Alangkah ruginya jika kita tidak hanya kehilangan kebanggaan kita pada agama ini namun juga nilai-nilai penting dari ajaran Islam. Jika berkendara engkau harus mampu mengalah karena engkau muslim. Apakah tidak pernah sampai padamu kisah dalam sebuah peperangan pasukan kaum muslim kekurangan air hingga tinggal satu tempat air maka ketika hendak minum dia lihat saudaranya tampak lebih kehausan dari pada dirinya maka diberikan tempat air itu, demikian seterusnya sampai kotak air itu kembali kepada yang pertama kali memberikan. Itulah seorang muslim yang mendahulukan orang lain.
Jika saat itu terjadi hari ini di antara umat Islam maka bisa jadi orang islam malah salung berebut dan merasa paling berhak bahkan mengambil milik saudaranya.

Bahkan sekarang saya melihat ustad berani tega menghina saudaranya bahkan didepan orang banyak. Saat ini bahkan orang yang sama asal kepercayaan kepada Allah SWT dan Rasulnya seolah jauh terasa. Seperti muhammadiyah dan nu, seperti hamas dan fatah. Jika jarak itu tetap dibiarkan maka sampai pada ketika orang yang akidahnya berbeda dilupakan namun yang seakidah namun berbeda akidahnya dijelek-jelekkan di depan orang banyak.

Tulisan ini muncul ketika ada memperingatkan bahwa ditempat itu ada wahabi awas mereka berbahaya, tapi kenapa tidak diperingatkan tentang ahmadiyah yang jelad akidah berbeda karena menyatakan ada nabi setelah nabi Muhammad, kenapa tidak memperingatkan tentang syiah dan tempat-tempatnya padahal syiah menjelek-jelekkan sahabat nabi yang utama dan terlalu mengagungkan Ali. Kenapa anda bisa mengatakan bahwa tidak semua syiah seperti itu namun tidak pernah mengatakan bahwa tidak semua wahabi seperti itu.

Jika ulama besar yang sejati maka kasih sayang lah yang harus ia miliki, sedikit saja prasangka Allah selalu memperingatkan dengan banyak jalan. Semoga tulisan ini mampu mengingatkan seperti hal nya sebuah kisah mengingatkan saya tentang seorang sahabat yang masuk surga karena setiap malam ia memaafkan kesalahan saudaranya. Mungkin dengan cara inilah hati kita dipenuhi kasih sayang.

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sematkan ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentar Anda. Semoga semakin jelas apa yang selama ini meragukan pribadi Anda! Salam Sukses dan Salam Bahagia
ttd
Han Prahara & Ailuana Jr