Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Minggu, 27 Desember 2015

Presiden dan Rakyat

By on 27.12.15

Mereka yang sebelumnya mendukung prabowo sulit rasanya untuk berpindah mendukung presiden terpilih. Setingkat diatasnya presiden jokowi yang kesulitan untuk tidak berpilih kasih pada tuntutan para pendukungnya.

Setiap orang memiliki masalahnya sendiri. Pertanyaanya apakah kita akan memilih untuk adil dan menjadi pribadi istimewa. Atau kita luntur oleh fatamorgana dunia.

Siapapun Anda, pemimpin atau yang dipimpin adalah adalah sama manusianya, yang diuji sesuai kadar keimanannya.

Jumat, 18 Desember 2015

Golongan kedua Maulid Nabi

By on 18.12.15

[13/12 07:01] ‪+62 811-716-070‬: SIAPAKAH YANG BERSEDIH DI BULAN RABI'UL AWWAL?

انَّ ابليس رنَّ اربع رنَّات: حين لُعِنَ وحين اهبط وحين وُلِدَ رسول اللّٰه صلى الله عليه وسلم وحين انزلت الفاتحةُ
البداية والنهاية باب فيما وقع من الايات ليلة مولده عليه الصلاة و السلام.

Imam al-Hafidh Ibnu Katsir berkata dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah bab Malam kelahiran Rasulullah SAW, "
Bahwa Iblis menangis histeris empat kali, ketika dilaknat, ketika diusir dari surga, ketika dilahirkan Rasulullah SAW,  dan ketika diturunkan surat al-Fatihah.

Berbahagialah alam semesta menyambut kelahiran Rasulullah sang pembawa kabar kembira, penebar rahmat, pemersatu umat. Rasa bahagia ini adalah sesuatu yang sangat manusiawi ketika seorang mengingat kenikmatan yang Allah berikan pada seorang muslim.

Namun dua kelompok jahat bersedih, pertama adalah Iblis dan konco-konconya, karena mereka tahu bahwa kelahiran Rasulullah SAW akan membawa keberkahan dan petunjuk pada umat manusia, secara otomatis akan menghalangi misi jahat iblis.

Begitu juga Yahudi mereka galau kronis ketika mengetahui kelahiran Rasulullah SAW, seperti yang telah Allah kabarkan didalam al-Quran surat al-Baqarah.

Galau, sedih, murung, hilang rasa bahagia dengan datangnya bulan kelahiran baginda Rasulullah SAW, bulan Rabi'ul awwal, itu bukan prestasi yang membanggakan, karena kita tidak bisa ikut serta dalam kebahagian mayoritas muslimin, bahkan lebih mirip dengan dua makhluq yang bersedih dengan kelahiran Rasulullah SAW.

Bagi yang telah berbahagia dengan kelahiran Rasulullah hendaknya meningkatkan peneladanan pada beliau secara maksimal, sehingga kita pun dapat membahagiakan Rasulullah SAW dengan menjalankan syariatnya, dan menjauhi larangannya.

Ya Allah tanamlah rasa cinta pada Sayyidina Muhammad di hati kami dan anak kami serta orang-orang yang mencintai kami, berkat kemuliaan Nabi-Mu dan kekasih-Mu Muhammad SAW.

اللهم صل وسلم وبارك وكرم وعظم وترحم وتحنن على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
[13/12 07:28] ‪+62 821-8538-1123‬: Asep:  pettmaa: setiap perbuatan hrs ada dasar atau dalilnya. Tetapi dalil tdk terbatas pd quran dan sunah saja. Ada 4 dalil yg disepakati pr ulama: quran, sunah, ijmak, dan kiyas. Dan ada bbrp lagi yg diperselisihkan penggunaannya. Kedua: maulid mskpn tdk dilakukan oleh nabi saw dan sahabat tetapi bnyk dalil yg mngisyaratkan kebolehannya. Sprt dlm quran kita diperintah untuk merayakan nikmat besar yg Allah verikan  (yunus 58), hadis yg mnganjuran puasa asyura sbg peringatan syukur atas penyelamatan nabi musa as, hadits puasa senin yg dilakukan nabi saw sbg syukur atas kelahirannya, dan msh bnyk lagi. Dan kita meyakini bhw nabi saw adalah nikmat trbesar bg umat manusia.
Ketiga: perintah atau larangan thdp sesuatu tdk hrs yergantung pada perintah atau larangan thdp sesuatu itu secara spesifik. Misalnya, saya ingin bertanya: bolehkah seseorang mnegadakan acara takrim hufazh (memuliakan para hafizh alquran) sprt yg bnyk dilakukan di indo, dgn mmbuat wisuda (perayaan), tablig akbar, pawai dsb ?? Saya tdk prnh melihat ulama yg melarang itu.

Bolehkah kita menGadakan kultum sevelum shalat atau sesudahnya ? Atau kultum setiap malam sblm tarawih ?? Inipun saya tdk melihat ada ulama yg melarangnya.

Dan msh bnyk contoh lain yg tdk diajarkan.nabi saw tp kita sepakat melakukannya.
[13/12 07:40] ‪+62 838-9686-2030‬: Copas dari Komunitas SHSJ (Satu Hari
Satu Juz)

Teman saya pernah ditanya:
"Manakah kelompok yang lebih baik diantara
umat Islam, Salafy yang berjuang dengan fokus
Tholabul Ilmi, atau
Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk
sholat di Masjid, atau
Hizbut Tahrir yang memperjuangkan
Kekhalifahan, atau
PKS yang berjuang di Parlemen, atau
NU yang Islam kultural, atau
Muhammadyah yang berjuang di sektor
pendidikan?"
begitu tanyanya kepada kawan saya.
.
Kawan saya menjawab,
"mas, kalo sampeyan bertanya seperti itu pada
saya, maka sama saja sampeyan menanyakan
manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih
baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada
mulut, apakah telinga lebih baik dari pada
hidung?"
Bukankah Rasulullah mengatakan bahwa umat
islam itu seperti satu tubuh. Bila satu anggota
tubuh merasakan sakit maka yang lain juga ikut
merasakan sakit.
Perumpamaan ini pas untuk menjawab
pertanyaan sampeyan.
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam
berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila
satu anggota badan merintih kesakitan maka
sekujur badan akan merasakan panas dan
demam”.
(HR. Muslim)
.
Seperti anggota tubuh, umat islam ini diberi ilham
oleh Allah untuk cenderung fokus menjalankan
fungsi yang berbeda beda sehingga mereka
punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda
pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada
yang _membanggakan_ kelompoknya masing-
masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka
adalah satu tubuh.
.
Logikanya kalo satu tubuh, mana mungkin tangan
kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin
kaki kiri menendang kaki kanannya.
Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh
yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus
diamputasi dibuang dari tubuh.
Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja
sama. Coba kalo mulut mau makan, kan tangan
yang mengambil makanan. Lihat kalau antum
mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki
yang melompat supaya tangannya sampai.
.
Bukankah indah kalo kita saling melengkapi,
kalo saja
Jamaah Tabligh yang mengetuk pintu orang-
orang untuk sholat berjamaah di Masjid, lalu di
Masjid ada kajian Salafy, lalu umat islam diajak
membangun kekuatan baik dibidang pendidikan
bersama Muhammadyah, bidang kultural bersama
NU, bidang Politik bersama koalisi kompak partai-
partai Islam menghasilkan undang-undang yang
islami dan pemimpin yang amanah agar umat
Islam dipercaya memimpin di negeri ini
menyongsong Kekhalifahan yang pasti akan
datangnya seperti yg disosialisasikan Hizbut
Tahrir.
.
Umat islam ini seperti sebuah Puzzle yang kalo
digabungkan bagian demi bagiannya maka
barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan
saling melengkapi.
Sipenanya pun tersenyum lebar dan berkata
"benar sekali mas.."
WAllahu a'lam.

Golongan Pertama Maulid Nabi

By on 18.12.15

Bagian 1/2, semoga dimanapun kita, golongan pertama atau kedua dapat saling menghargai dan memberi dukungan lebih besar dari pada yang dimiliki non muslim. Karena jika rasa persaudaraan telah berjarak menjadikan kira satu tubuh yang tidak utuh.

Perkataan Syaikh Ibnu Taimiyyah rahimahullah itu pernah ana temukan di website'a orang2 syiah... Ana sempat kaget, tp ternyata ada beberapa perkataan beliau yg dipelintir, seperti " Ia tidak dilakukan oleh salaf, tetapi ada sebab baginya, dan tiada larangan daripadanya" padahal harusnya kan " Perayaan seperti ini belum pernah dilakukan oleh para salaf, meski ada peluang untuk melakukannya dan  tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Seandainya perayaan itu baik atau membawa faedah, tentu para salaf lebih dulu melakukannya daripada kita "

Mereka juga orang-orang yg pro maulid ternyata juga memotong kalimat, dimana mereka menuliskan : atas kecintaan dan ijtihad ini dan mengagungkan baginda, dan Allah mengaruniakan pahala kepada mereka " Padahal kalimat yang lengkap adalah " Kecintaan dan ijtihad mereka dalam hal ini tentu akan mendapatkan pahala di sisi Allah, tetapi bukan dalam hal bid’ah – seperti menjadikan kelahiran Nabi sebagai hari raya tertentu – padahal manusia telah berbeda pendapat tentang tanggal kelahiran beliau Shallallaahu 'alaihi wa sallam ".

Bukankah ini satu Khianat !!

Bahkan Ibnu Taimiyyah tetap memperingatkan bahwa amalan perayaan Maulid Nabi itu adalah amalan yang menyelisihi sunnah dan wajib untuk ditinggalkan. Amalan tersebut adalah amalan bid’ah yang tertolak menurut syari’at. Lebih jelasnya lagi, mari kita perhatikan perkataan beliau rahimahullah :

" وأما اتخاذ موسم غير المواسم الشرعية كبعض ليالي شهر ربيع الأول ، التي يقال إنها المولد ، أو بعض ليالي رجب ، أو ثامن عشر ذي الحجة ، أو أول جمعة من رجب ، أو ثامن شوال الذي يسميه الجهال عيد الأبرار ، فإنها من البدع التي لم يستحبها السلف ، ولم يفعلوها ، والله سبحانه وتعالى أعلم "

Adapun mengadakan upacara peribadahan selain yang disyari’atkan, seperti malam-malam Rabi’ul-Awwal yang sering disebut (Maulid Nabi) atau malam-malam Rajab, atau tanggal 18 Dzulhijjah , atau awal Jum’at bulan Rajab, atau hari ke-8 bulan Syawwal yang dinamakan oleh orang-orang bodoh dengan ‘Iedul-Abraar; semuanya termasuk bid’ah yang tidak disunnahkan salaf dan tidak mereka kerjakan . Wallaahu Subhaanahu wa ta’ala a’lam [Majmu’ Al-Fataawaa, 25/298]

Dr. Muhammad Rawwas Al-Qal’ahjiy telah melakukan penelitian di kitab-kitab Ibnu Taimiyyah untuk merumuskan faedah fiqh yang terkandung di dalamnya telah mengatakan bahwa perayaan Maulid Nabi termasuk perayaan bid’ah yang tidak disyari’atkan dalam Islam [ lihat Mausu’ah Fiqhi Ibni Taimiyyah oleh Dr. Muhammad Rawwaas Qal’ahjiy,hal. 1040-1041; Daarun-Nafaais, Cet. 2/1422, Beirut]

Semoga sedikit tulisan ini ada manfaatnya, terutama untuk menjawab syubhat ) trik ( yang sedang dijalankan oleh orang yang benci dengan dakwah Tauhid dan Sunnah. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua...

Aamiin

Sok Alim atau Sok Bejat

By on 18.12.15

Sebagai seorang manusia beraneka ragam sikapnya, beraneka ragam responnya dalam menerima dakwah.
Yang paling sering kita terima adalah ungkapan 'jangan sok alim' atau sejenisnya.

Pada tulisan ini saya akan membahas lebih dalam bahwa kata-kata ini tidak tepat dan berbahaya jika tidak kita waspadai. Secara pemikiran normalnya mereka yang mendapat kata ini akan surut dalam dakwah karena merasa dirinya belum pantas untuk berdakwa. Namun yang sebagian kecil tidak akan menyerah dengan kata ini bahkan semakin bersemangat berdakwah. Kenapa? Karena kata sok alim sebenarnya adalah kata yang baik dimana ada kata netral yaitu sok yang berarti sikap berlebihan dan alim suatu kata positip yang berarti baik. Sehingga kalau di pahami harusnya bernilai positip. Lalu kenapa bisa mengendurkan semangat dakwah?

Logikanya seperti ini, ada seorang pemuda yang penuh khilaf dan sedikit tahu agama namun dia gak mau menyerah dan ingin terhindar dari maksiat maka dia tanpa sengaja mengingatkan temannya. Padahal teman yang diingatkan sama sekali tidak peduli atau berubah namun pemuda ini yang malah ingat telah mengingatkan temannya maka ia berusaha agar tidak terjerumua kepada hal tersebut. Terkadang karena mengingatkan hal baik atau sok alim sehingga ia menjadi malu untuk ikuy maksiat.
Ketika bertemu dengan wanita cantik yang pakaiannya ketat ia maka normalnya ia akan tergoda untuk melotot namun karena sok alim dia menjadi malu melakukan hal itu. Ketika dia mau membohongi temannya karena sok alim ia tidak jadi melakukannya dan masih banyak lagi keburukan karena sok alim jadi terhindar darinya. Apakah hal itu tidak baik.

Mari bandingkan dengan kata 'sok bejat'. Ini hanya permisalan jika ada kecocokan tokoh semoga terjaga dari fitnah.

Si fulan yang memiliki pendidikan agama tinggi sehingga merasa berbeda dan berjarak dengan teman-temannya. Bagaimana agar bisa lebih akrab dengan temannya maka ia memilik jadi sok bejat. Ketika temannya berkata yang buruk maka ia juga berkata demikian bahkan karena asing dengan hal itu ia merasa ketagihan dan berkata lebih buruk/jorok dari temannya, agar ia kelihatan sok bejat. Ketika temannya bercerita telah melakukan hal buruk ia merasa keburukannya masih kalah, di lain kesempatan ia malah bercerita lebih buruk lagi bahkan ditambah-tambahi dan telah berbohong. Lebih parah lagi ketika berjalan waktu ia memiliki kesempatan untuk berbuat baik namun karena ingin  sok bejat ia memilih tidak melakukan kebaikan itu. Tidakkah ini menjadikan kira melepas hal positif karena menjadi sok bejat.
Sungguh terlalu.

Kembali kita gunakan operasi matematik lingguistik, jika kamu cari dibuku manapun tidak akan ketemu karena hanya saya yang memakainya ^^
Perhatikan kata 'sok bejat'. Kata Sok bernilai netral dan kata bejat bernilai negatif. Sehingga gabungan kata ini harusnya bernilai negatif.
Maka kesimpulannya jika dalam usaha kebaikan Anda, kemudian ada yang mencerca 'dasar sok alim'. Pikiran positiflah yang harusnya muncul... alhamdulillah ini lebih baik dari pada saya harus jadi sok bejat.

Minggu, 13 Desember 2015

Catatan Maulid dan Natal 2015

By on 13.12.15

Bismillahirrohmanirrohim.

Penghujung tahun 2015 akan kita saksikan dua hari berwarna merah yang berjejer yaitu Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Natal. Dan saksikanlah mana yang lebih ramai Maulid Nabi atau Natal? Jelas...

Secara kebenaran tidak ada yang menyelisihkan bahwa nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal tersebut sedangkan Natal masih ada perdebatan karena di Rusia natal tidak jatuh pada tanggal tersebut.

Namun perhatikan bahwa perayaan natal sangat mungkin akan lebih ramai dari pada perayaan Maulid nabi. Artinya kebenaran yang pasti bisa lebih tidak populer dari pada hal yang belum pasti nilai kebenarannya karena telah menjadi kebiasaan. Padahal belum tentu kebiasaan kita benar.

Ini juga jawaban jika kamu bertanya kenapa dalam kisah-kisah kaum yang durhaka pada Allah mereka menjawab, ini adalah kebiasaan dari nenek moyang kami.

Kalau dinegeri selain Indonesia wajar jika Maulid Nabi tidak terlalu populer, namun bukankah Indonesia negeri Muslim terbesar, Apakah tidak ada pengecualian?
Secara eksternal bahwa Indonesia adalah negeri berkembang yang kalah pengaruhnya dengan negeri maju, yang ada orang Indonesia telah terbiasa ikut pengaruh negara maju, sementara negara tersebut tidak mengadakan Maulid Nabi.
Secara internal bahwa masyarakat muslim Indonesia sangat beraneka ragam dalam menanggapi Maulid Nabi. Inilah yang sebenarnya perlu kita bahas pada tulisan kali ini sebagai seorang muslim yang senantiasa belajar.
Golongan pertama menganggap maulid nabi tidak ada dijaman nabi. Golongam kedua mengatakan maulid nabi perlu sekali dan hukumnya boleh.

Sepanjang yang saya pelajari dari kedua pihak saya mengambil untuk menerima keduanya dalam artian lebih condong kepada golongan kedua dengan berbagai hal yang terikat dan penuh kehati-hatian seperti golongam pertama. Bukan berarti saya menciptakan golongan ketiga dan berada ditengah. Namun setuju kepada maulid nabi sebagai bagian yang boleh dan akan mendukung serta menjaga dengan semangat kehati-hatian agar apa yang dikawatirkan pihak pertama dapat dihindari.

Mengenai argumen pihak pertama atau kedua semoga dapat saya post setelah ini.

Kenapa saya membuat keputusan ini karena yang saya inginkan dan titik beratkan adalah bagaimana umat Islam bisa tampil luar biasa melalui moment Isra Mikraj. Bukan seperti yang sekarang yang kontra merasa benar sendiri dan yang pro merasa benar sendiri. Coba kita lihat dan cermati lebih dalam mereka sama-sama bertujuan baik untuk agama Allah namun kenapa para pendukung kedua golongan saling menyalahkan, jawabannya jelas karena ilmu mereka tentang isra mikraj terbatas. Jika dalam pun maka hanya satu sisi yang lebih atau tidak imbang. Mereka hanya sekilas mengetahui tentang golongan lainnya namun telah berani menyalahkan. Padahal Rasulullah sendiri tak mungkin menyalahkan sampai kehilangan rasa persaudaraan namun jika kita menyalahkan atau meremehkan saudara kira tentu Rasulullah akan kecewa.

Point penting dari Isra Mikraj tahun 2015 adalah menambah kecintaan kita kepada Rasulullah kemudian kepada umat Rasulullah, mereka yang ada disekitar kita dari golongan manapun karena kita tidak tahu bisa jadi yang tidak merakan secara tampak lebih cinta pada Rasulullah dan semoga itu ditunjukkan dengan memberi dukungan penuh pada saudaranya yang merayakan.
Sehingga kita bisa merasakan kebersamaan.

Saya yakin setajam apapun perbedaan jika kita dasari dengan pengetahuan dan cinra karena Allah maka saling menguatkan. Bukankah itu yang akan dicontohkan para imam  makzab yang berbeda bila mereka hidup diera yang sama seperti itu pula yang pasti akan dilakukan oleh Rasulullah. Bukan dengan ilmu yang terbatas apalagi sampai membenci bahkan kurang suka terlebih merendahkan golongan lawan, tidak bukan dicontohkan Rasulullah.

Bahkan dalam hati ini saya sangat menghormati para ulama meski dipandang negatif oleh suatu golongan karena bagaimanapun ilmu mereka jauh dari saya. Jika Allah dan Rasulullah meninggikan seorang karena ilmu kenapa saya tidak.

Semoga kira semakin mencintai saudara kita yang berbeda jangan sampai ketidakcocokan kita menjadikan kita lebih dekat dengan kaum musrikin dari pada saudara kita. Naudzubillah. Mari saling menguatkan meski berbeda.

Senin, 07 Desember 2015

Ketika Kita Kawatir Atas Yang Menimpa Umat Islam di Negeri Ini

By on 7.12.15

Ketika kita kawatir atas apa yang menimpa umat Islam dinegeri ini. Bahkan ketika kita melihat sejenak maka sungguh aneh umat Islam di Indonesia mampu bertahan dengan segala kerusakan yang ada -selanjutnya saya sebut serbuan karena bagaimanapun ini menyebabkan kita jauh dari ajaran Islam-. Satu sisi saja misalkan media tv. Berbagai acara sungguh menghancurkan sendi-sendi umat Islam. Karena mengajarkan jauh dalam diri kita untuk asing dengan ajaran Islam. Sementara acara kajian agama tidak mampu merasuk sedalam itu. Jika anda sebagai muslim bertanya kenapa saya melakukan ini atau itu? Padahal Islam mengajarkan sebaliknya. Itu karena media yang kita akses telah tanpa sengaja tertanam di alam bawah sadar kita sementara kita jarang membersihkannya dengan qiyamul lail. Bukan berarti kajian itu tidak dibutuhkan namun intensitasanya masih sangat kurang.
Belum lagi pemberitaan di media yang sering bertolak belakang dan saling bertentangan membuat anda kehilangan kepercayaan. Anda harusnya bertanya kenapa umat Islam dinegeri ini masih bertahan padahal berbagai serbuan muncul dengan deras. Awalnya saya mengira itu hanya keajaiban bahwa umat Islam negeri ini mampu bertahan. Ternyata semakin lama saya melihat saya temukan sederas apapun rencana menghancurkan Islam dinegeri ini lebih deras lagi pertolongan Allah datang dari berbagai penjuru yang telah Dia siapkan jauh dari yang kita pikirkan. ALLAH Swt memiliki banyak orang terpilih untuk menngatasi hal itu.

Jika kita melihat sekilas mungkin kita akan berkata keajaibanlah umat Islam negeri ini dapat bertahan dgn berbagai serangan. Namun jika kita melihat lebih dalam dan menyeluruh kita akan tahu umat Islam memang layak untuk bertahan. Hanya orang Islamlah yang akan melawan penjajahan meski hanya berbekal bambu runcing! Hanya orang Islamlah yang akan berjuang melawan perang pemikiran yang menggerogoti negeri ini meski dia harus mengorbankan harta dan waktunya bahkan lebih dari itu. Yaitu orang Islam yang beriman dengan hari pembalasan. Jika kita lihat lebih menyeluruh ternyata Allah telah siapkan pos-pos kita sebagai pejuang untuk Islam dan negeri ini. Apakah kita menjadi bagian perjuangan atau bagian yang tergantikan. Minimal kita sebagai Umat Islam menjaga kode rahasia yang ketika kita tak saling melihat kita mampu saling mengenal bahwa kita adalah saudara dan satu kesatuan. Tidak mudah mendeskriditkan pemimpin  yang  terkadang harus berpolitik untuk menjadi kekuatan umat. Dengan keimanan lah kita bisa melihat orang yang berseberang tempat dengan kita ternyata adalah saudara. Dimana saat itu mereka menjalankan strategi untuk mengelabui musuh. Tanpa kode keimanan yang benar kira tidak akan dapat melihat kawan meski ia berada didekat kita sekalipun bahkan bisa jadi kira saling gontok dan kehilangan rasa cinta sesama saudara seiman.
Jika anda bukan pejuang paling tidak jangan menjadi penghalang. Milikilah kode rahasia itu, yaitu keimanan.

Bukankah ada juga orang beragama Islam yang tanpa keimanan dan mereka adalah orang yang berbahaya. Dijaman Rasulullah mereka dinamakan munafik. Sementara orang beriman adalah mereka yang menginginkan Islam maju dan kuat. Yang senang jika Islam berhasil dan sedih jika umat terkena bencana.

APAKAH ANDA SEORANG MUSLIM YANG MEMILIKI KEIMANAN? Masih TIPIS ATAU telah TEBALKAH keimananmu sebagai muslim. 
jika anda tidak memiliki kode rahasia ini saya kawatir anda akan menjadi manusia yang paling buruk.
Bagi saya yang buruk itu bukanlah jika orang non muslim yang tidak mencintai orang Islam karena itu hal yang biasa. Namun orang Islam yang tidak lagi mencintai saudara Islam. Tidak lagi mencintai ajaran Islam. Tidak mencintai apa yang menjadi miliknya namun malah menginginkan apa yang bukan miliknya, sungguh terlalu.

Allahualam biash showab.