Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Minggu, 13 Desember 2015

Catatan Maulid dan Natal 2015

By on 13.12.15

Bismillahirrohmanirrohim.

Penghujung tahun 2015 akan kita saksikan dua hari berwarna merah yang berjejer yaitu Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Natal. Dan saksikanlah mana yang lebih ramai Maulid Nabi atau Natal? Jelas...

Secara kebenaran tidak ada yang menyelisihkan bahwa nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal tersebut sedangkan Natal masih ada perdebatan karena di Rusia natal tidak jatuh pada tanggal tersebut.

Namun perhatikan bahwa perayaan natal sangat mungkin akan lebih ramai dari pada perayaan Maulid nabi. Artinya kebenaran yang pasti bisa lebih tidak populer dari pada hal yang belum pasti nilai kebenarannya karena telah menjadi kebiasaan. Padahal belum tentu kebiasaan kita benar.

Ini juga jawaban jika kamu bertanya kenapa dalam kisah-kisah kaum yang durhaka pada Allah mereka menjawab, ini adalah kebiasaan dari nenek moyang kami.

Kalau dinegeri selain Indonesia wajar jika Maulid Nabi tidak terlalu populer, namun bukankah Indonesia negeri Muslim terbesar, Apakah tidak ada pengecualian?
Secara eksternal bahwa Indonesia adalah negeri berkembang yang kalah pengaruhnya dengan negeri maju, yang ada orang Indonesia telah terbiasa ikut pengaruh negara maju, sementara negara tersebut tidak mengadakan Maulid Nabi.
Secara internal bahwa masyarakat muslim Indonesia sangat beraneka ragam dalam menanggapi Maulid Nabi. Inilah yang sebenarnya perlu kita bahas pada tulisan kali ini sebagai seorang muslim yang senantiasa belajar.
Golongan pertama menganggap maulid nabi tidak ada dijaman nabi. Golongam kedua mengatakan maulid nabi perlu sekali dan hukumnya boleh.

Sepanjang yang saya pelajari dari kedua pihak saya mengambil untuk menerima keduanya dalam artian lebih condong kepada golongan kedua dengan berbagai hal yang terikat dan penuh kehati-hatian seperti golongam pertama. Bukan berarti saya menciptakan golongan ketiga dan berada ditengah. Namun setuju kepada maulid nabi sebagai bagian yang boleh dan akan mendukung serta menjaga dengan semangat kehati-hatian agar apa yang dikawatirkan pihak pertama dapat dihindari.

Mengenai argumen pihak pertama atau kedua semoga dapat saya post setelah ini.

Kenapa saya membuat keputusan ini karena yang saya inginkan dan titik beratkan adalah bagaimana umat Islam bisa tampil luar biasa melalui moment Isra Mikraj. Bukan seperti yang sekarang yang kontra merasa benar sendiri dan yang pro merasa benar sendiri. Coba kita lihat dan cermati lebih dalam mereka sama-sama bertujuan baik untuk agama Allah namun kenapa para pendukung kedua golongan saling menyalahkan, jawabannya jelas karena ilmu mereka tentang isra mikraj terbatas. Jika dalam pun maka hanya satu sisi yang lebih atau tidak imbang. Mereka hanya sekilas mengetahui tentang golongan lainnya namun telah berani menyalahkan. Padahal Rasulullah sendiri tak mungkin menyalahkan sampai kehilangan rasa persaudaraan namun jika kita menyalahkan atau meremehkan saudara kira tentu Rasulullah akan kecewa.

Point penting dari Isra Mikraj tahun 2015 adalah menambah kecintaan kita kepada Rasulullah kemudian kepada umat Rasulullah, mereka yang ada disekitar kita dari golongan manapun karena kita tidak tahu bisa jadi yang tidak merakan secara tampak lebih cinta pada Rasulullah dan semoga itu ditunjukkan dengan memberi dukungan penuh pada saudaranya yang merayakan.
Sehingga kita bisa merasakan kebersamaan.

Saya yakin setajam apapun perbedaan jika kita dasari dengan pengetahuan dan cinra karena Allah maka saling menguatkan. Bukankah itu yang akan dicontohkan para imam  makzab yang berbeda bila mereka hidup diera yang sama seperti itu pula yang pasti akan dilakukan oleh Rasulullah. Bukan dengan ilmu yang terbatas apalagi sampai membenci bahkan kurang suka terlebih merendahkan golongan lawan, tidak bukan dicontohkan Rasulullah.

Bahkan dalam hati ini saya sangat menghormati para ulama meski dipandang negatif oleh suatu golongan karena bagaimanapun ilmu mereka jauh dari saya. Jika Allah dan Rasulullah meninggikan seorang karena ilmu kenapa saya tidak.

Semoga kira semakin mencintai saudara kita yang berbeda jangan sampai ketidakcocokan kita menjadikan kita lebih dekat dengan kaum musrikin dari pada saudara kita. Naudzubillah. Mari saling menguatkan meski berbeda.

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sematkan ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentar Anda. Semoga semakin jelas apa yang selama ini meragukan pribadi Anda! Salam Sukses dan Salam Bahagia
ttd
Han Prahara & Ailuana Jr