Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Jumat, 18 Desember 2015

Golongan kedua Maulid Nabi

By on 18.12.15

[13/12 07:01] ‪+62 811-716-070‬: SIAPAKAH YANG BERSEDIH DI BULAN RABI'UL AWWAL?

انَّ ابليس رنَّ اربع رنَّات: حين لُعِنَ وحين اهبط وحين وُلِدَ رسول اللّٰه صلى الله عليه وسلم وحين انزلت الفاتحةُ
البداية والنهاية باب فيما وقع من الايات ليلة مولده عليه الصلاة و السلام.

Imam al-Hafidh Ibnu Katsir berkata dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah bab Malam kelahiran Rasulullah SAW, "
Bahwa Iblis menangis histeris empat kali, ketika dilaknat, ketika diusir dari surga, ketika dilahirkan Rasulullah SAW,  dan ketika diturunkan surat al-Fatihah.

Berbahagialah alam semesta menyambut kelahiran Rasulullah sang pembawa kabar kembira, penebar rahmat, pemersatu umat. Rasa bahagia ini adalah sesuatu yang sangat manusiawi ketika seorang mengingat kenikmatan yang Allah berikan pada seorang muslim.

Namun dua kelompok jahat bersedih, pertama adalah Iblis dan konco-konconya, karena mereka tahu bahwa kelahiran Rasulullah SAW akan membawa keberkahan dan petunjuk pada umat manusia, secara otomatis akan menghalangi misi jahat iblis.

Begitu juga Yahudi mereka galau kronis ketika mengetahui kelahiran Rasulullah SAW, seperti yang telah Allah kabarkan didalam al-Quran surat al-Baqarah.

Galau, sedih, murung, hilang rasa bahagia dengan datangnya bulan kelahiran baginda Rasulullah SAW, bulan Rabi'ul awwal, itu bukan prestasi yang membanggakan, karena kita tidak bisa ikut serta dalam kebahagian mayoritas muslimin, bahkan lebih mirip dengan dua makhluq yang bersedih dengan kelahiran Rasulullah SAW.

Bagi yang telah berbahagia dengan kelahiran Rasulullah hendaknya meningkatkan peneladanan pada beliau secara maksimal, sehingga kita pun dapat membahagiakan Rasulullah SAW dengan menjalankan syariatnya, dan menjauhi larangannya.

Ya Allah tanamlah rasa cinta pada Sayyidina Muhammad di hati kami dan anak kami serta orang-orang yang mencintai kami, berkat kemuliaan Nabi-Mu dan kekasih-Mu Muhammad SAW.

اللهم صل وسلم وبارك وكرم وعظم وترحم وتحنن على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
[13/12 07:28] ‪+62 821-8538-1123‬: Asep:  pettmaa: setiap perbuatan hrs ada dasar atau dalilnya. Tetapi dalil tdk terbatas pd quran dan sunah saja. Ada 4 dalil yg disepakati pr ulama: quran, sunah, ijmak, dan kiyas. Dan ada bbrp lagi yg diperselisihkan penggunaannya. Kedua: maulid mskpn tdk dilakukan oleh nabi saw dan sahabat tetapi bnyk dalil yg mngisyaratkan kebolehannya. Sprt dlm quran kita diperintah untuk merayakan nikmat besar yg Allah verikan  (yunus 58), hadis yg mnganjuran puasa asyura sbg peringatan syukur atas penyelamatan nabi musa as, hadits puasa senin yg dilakukan nabi saw sbg syukur atas kelahirannya, dan msh bnyk lagi. Dan kita meyakini bhw nabi saw adalah nikmat trbesar bg umat manusia.
Ketiga: perintah atau larangan thdp sesuatu tdk hrs yergantung pada perintah atau larangan thdp sesuatu itu secara spesifik. Misalnya, saya ingin bertanya: bolehkah seseorang mnegadakan acara takrim hufazh (memuliakan para hafizh alquran) sprt yg bnyk dilakukan di indo, dgn mmbuat wisuda (perayaan), tablig akbar, pawai dsb ?? Saya tdk prnh melihat ulama yg melarang itu.

Bolehkah kita menGadakan kultum sevelum shalat atau sesudahnya ? Atau kultum setiap malam sblm tarawih ?? Inipun saya tdk melihat ada ulama yg melarangnya.

Dan msh bnyk contoh lain yg tdk diajarkan.nabi saw tp kita sepakat melakukannya.
[13/12 07:40] ‪+62 838-9686-2030‬: Copas dari Komunitas SHSJ (Satu Hari
Satu Juz)

Teman saya pernah ditanya:
"Manakah kelompok yang lebih baik diantara
umat Islam, Salafy yang berjuang dengan fokus
Tholabul Ilmi, atau
Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk
sholat di Masjid, atau
Hizbut Tahrir yang memperjuangkan
Kekhalifahan, atau
PKS yang berjuang di Parlemen, atau
NU yang Islam kultural, atau
Muhammadyah yang berjuang di sektor
pendidikan?"
begitu tanyanya kepada kawan saya.
.
Kawan saya menjawab,
"mas, kalo sampeyan bertanya seperti itu pada
saya, maka sama saja sampeyan menanyakan
manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih
baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada
mulut, apakah telinga lebih baik dari pada
hidung?"
Bukankah Rasulullah mengatakan bahwa umat
islam itu seperti satu tubuh. Bila satu anggota
tubuh merasakan sakit maka yang lain juga ikut
merasakan sakit.
Perumpamaan ini pas untuk menjawab
pertanyaan sampeyan.
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam
berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila
satu anggota badan merintih kesakitan maka
sekujur badan akan merasakan panas dan
demam”.
(HR. Muslim)
.
Seperti anggota tubuh, umat islam ini diberi ilham
oleh Allah untuk cenderung fokus menjalankan
fungsi yang berbeda beda sehingga mereka
punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda
pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada
yang _membanggakan_ kelompoknya masing-
masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka
adalah satu tubuh.
.
Logikanya kalo satu tubuh, mana mungkin tangan
kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin
kaki kiri menendang kaki kanannya.
Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh
yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus
diamputasi dibuang dari tubuh.
Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja
sama. Coba kalo mulut mau makan, kan tangan
yang mengambil makanan. Lihat kalau antum
mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki
yang melompat supaya tangannya sampai.
.
Bukankah indah kalo kita saling melengkapi,
kalo saja
Jamaah Tabligh yang mengetuk pintu orang-
orang untuk sholat berjamaah di Masjid, lalu di
Masjid ada kajian Salafy, lalu umat islam diajak
membangun kekuatan baik dibidang pendidikan
bersama Muhammadyah, bidang kultural bersama
NU, bidang Politik bersama koalisi kompak partai-
partai Islam menghasilkan undang-undang yang
islami dan pemimpin yang amanah agar umat
Islam dipercaya memimpin di negeri ini
menyongsong Kekhalifahan yang pasti akan
datangnya seperti yg disosialisasikan Hizbut
Tahrir.
.
Umat islam ini seperti sebuah Puzzle yang kalo
digabungkan bagian demi bagiannya maka
barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan
saling melengkapi.
Sipenanya pun tersenyum lebar dan berkata
"benar sekali mas.."
WAllahu a'lam.

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sematkan ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentar Anda. Semoga semakin jelas apa yang selama ini meragukan pribadi Anda! Salam Sukses dan Salam Bahagia
ttd
Han Prahara & Ailuana Jr