Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Senin, 07 Desember 2015

Ketika Kita Kawatir Atas Yang Menimpa Umat Islam di Negeri Ini

By on 7.12.15

Ketika kita kawatir atas apa yang menimpa umat Islam dinegeri ini. Bahkan ketika kita melihat sejenak maka sungguh aneh umat Islam di Indonesia mampu bertahan dengan segala kerusakan yang ada -selanjutnya saya sebut serbuan karena bagaimanapun ini menyebabkan kita jauh dari ajaran Islam-. Satu sisi saja misalkan media tv. Berbagai acara sungguh menghancurkan sendi-sendi umat Islam. Karena mengajarkan jauh dalam diri kita untuk asing dengan ajaran Islam. Sementara acara kajian agama tidak mampu merasuk sedalam itu. Jika anda sebagai muslim bertanya kenapa saya melakukan ini atau itu? Padahal Islam mengajarkan sebaliknya. Itu karena media yang kita akses telah tanpa sengaja tertanam di alam bawah sadar kita sementara kita jarang membersihkannya dengan qiyamul lail. Bukan berarti kajian itu tidak dibutuhkan namun intensitasanya masih sangat kurang.
Belum lagi pemberitaan di media yang sering bertolak belakang dan saling bertentangan membuat anda kehilangan kepercayaan. Anda harusnya bertanya kenapa umat Islam dinegeri ini masih bertahan padahal berbagai serbuan muncul dengan deras. Awalnya saya mengira itu hanya keajaiban bahwa umat Islam negeri ini mampu bertahan. Ternyata semakin lama saya melihat saya temukan sederas apapun rencana menghancurkan Islam dinegeri ini lebih deras lagi pertolongan Allah datang dari berbagai penjuru yang telah Dia siapkan jauh dari yang kita pikirkan. ALLAH Swt memiliki banyak orang terpilih untuk menngatasi hal itu.

Jika kita melihat sekilas mungkin kita akan berkata keajaibanlah umat Islam negeri ini dapat bertahan dgn berbagai serangan. Namun jika kita melihat lebih dalam dan menyeluruh kita akan tahu umat Islam memang layak untuk bertahan. Hanya orang Islamlah yang akan melawan penjajahan meski hanya berbekal bambu runcing! Hanya orang Islamlah yang akan berjuang melawan perang pemikiran yang menggerogoti negeri ini meski dia harus mengorbankan harta dan waktunya bahkan lebih dari itu. Yaitu orang Islam yang beriman dengan hari pembalasan. Jika kita lihat lebih menyeluruh ternyata Allah telah siapkan pos-pos kita sebagai pejuang untuk Islam dan negeri ini. Apakah kita menjadi bagian perjuangan atau bagian yang tergantikan. Minimal kita sebagai Umat Islam menjaga kode rahasia yang ketika kita tak saling melihat kita mampu saling mengenal bahwa kita adalah saudara dan satu kesatuan. Tidak mudah mendeskriditkan pemimpin  yang  terkadang harus berpolitik untuk menjadi kekuatan umat. Dengan keimanan lah kita bisa melihat orang yang berseberang tempat dengan kita ternyata adalah saudara. Dimana saat itu mereka menjalankan strategi untuk mengelabui musuh. Tanpa kode keimanan yang benar kira tidak akan dapat melihat kawan meski ia berada didekat kita sekalipun bahkan bisa jadi kira saling gontok dan kehilangan rasa cinta sesama saudara seiman.
Jika anda bukan pejuang paling tidak jangan menjadi penghalang. Milikilah kode rahasia itu, yaitu keimanan.

Bukankah ada juga orang beragama Islam yang tanpa keimanan dan mereka adalah orang yang berbahaya. Dijaman Rasulullah mereka dinamakan munafik. Sementara orang beriman adalah mereka yang menginginkan Islam maju dan kuat. Yang senang jika Islam berhasil dan sedih jika umat terkena bencana.

APAKAH ANDA SEORANG MUSLIM YANG MEMILIKI KEIMANAN? Masih TIPIS ATAU telah TEBALKAH keimananmu sebagai muslim. 
jika anda tidak memiliki kode rahasia ini saya kawatir anda akan menjadi manusia yang paling buruk.
Bagi saya yang buruk itu bukanlah jika orang non muslim yang tidak mencintai orang Islam karena itu hal yang biasa. Namun orang Islam yang tidak lagi mencintai saudara Islam. Tidak lagi mencintai ajaran Islam. Tidak mencintai apa yang menjadi miliknya namun malah menginginkan apa yang bukan miliknya, sungguh terlalu.

Allahualam biash showab.

0 komentar:

Posting Komentar

Saya sematkan ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentar Anda. Semoga semakin jelas apa yang selama ini meragukan pribadi Anda! Salam Sukses dan Salam Bahagia
ttd
Han Prahara & Ailuana Jr