Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Senin, 28 September 2015

Beda Titik dan Koma

By on 28.9.15

Siapasih yang tidak tahu beda titik dan koma. Titik digunakan untuk mengakhiri kalimat sementara koma untuk untum memisahkan kalimat yang masih berhubungan.

Saya sebagai pemula dalam menulis sering tidak henti-hentinya memakai koma karena merasa kalimat selanjutnya adalah pelengkap dari kalimat sebelumnya. Senang rasanya mengetahui bahwa dalam bahasa arab yang Al Quran diturunkan dalam bahasa tersebut juga banyak pemakaian tanda koma dari pada titik.

Dalam kehidupan sehari-hari juga lebih baik kita mengatakan iya, tapi.... atau tidak, namun.

Dari pada mengatakan tidak (titik)

Pertanyaannya dalam kehidupan sehari-hari anda lebih banyak menggunakan titik atau koma.

Ujian Matematika bagi Mahasiswa

By on 28.9.15

Dosen kuliah saat ujian akhir akan lebih memilih sedikit soal namun merupakan bagian tersulit dari sub bab yang memang harus dikuasai mahasiswanya, dengan harapan jika soal tersulit saja bisa maka yang lebih mudah tentu bisa. Dan kenyataannya dalam matematika untuk bisa menyelesaikan soal dengan tingkat sulit kamu harus bisa mengerjakan soal-soal sebelumnya. Karena pelajaran matematika itu bersifat seperti spiral yang semakin lama semakin memusat dan senantiasa berhubungan. Dosen benar!

Mahasiswa sendiri mengharap soal ujian akhir adalah tingkat mudah agar bisa dikerjakan dengam baik dan mendapat nilai baik. Terjadi miss pengertian mahasiswa terhadap dosen sehingga nilai mahasiswa tidak sesuai yang diharapkan.

Seharusnya mahasiswa khususnya dalam pelajaran matematika harus menguasai soal tersulit dalam sub bab yang diajarkan dosen maka matematika akan menjadi mudah baginya.
Belajar mandiri semestinya di implementasikan karena title mahasiswa adalah juga memiliki pengertian siswa yang besar dan mandiri.

Menjadi Lebih Baik dan Mencapai Keinginan

By on 28.9.15

Banyak orang tidak tahu bagaimana mencapai cita-cita dan harapan mereka padahal waktu itu mereka tertekan dan sebagian besar isi otak mereka di penuhi kebingungan. Ingat kebingungan itu seperti listrik bolak-balik yang menjalar dalam otakmu dan membuatnya loss.

Padahal untuk mencapai keinginanmu dapat dilakukan dengan perbaikan diri dan seyogyanya orang yang telah mendapat teguran dari tuhan harus memperbaiki diri.

Perbaiki dirimu bisa berupa bangun lebih pagi, ibadah lebih banyak.  Perilaku yang lebih baik yang sekecil apapun telah menunjukkan bahwa kamu bisa lebih baik! Pertahankan seiring waktu berjalan kamu akan temui kebaikan kecil itu membawa kebaikan-kebaikan yang lain. Ibadah juga merupakan perbuatan positif dan memiliki efek yang spektakuler serta telah dibuktikan oleh rasul, sahabat, tabiin, ulama, bayangkan berapa lama hal seperti ibadah telah diuji dan meski kita belum tahu alasanya namun berhasil.

Ajaran Agama ini sebenarnya memudahkan mu

By on 28.9.15

ISLAM agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Karenanya, seluruh ajaran Islam dapat dilaksanakan oleh manusia, sebagaimana diamalkan dengan baik oleh Rasulullah Saw, para sahahat, tabi’in, salafus saleh, dan orang-orang saleh hingga kini.
Pada da’i atau ulama pun hendaknya menunjukkan kemudahan itu, bukan malah menjadikan ajaran Islam terasa sulit diamalkan. Proses, tahapan, dan prioritas amal dalam Islam harus disosialisaikan (didakwahkan) kepada umat.
Islam hadir bukan untuk membuat susah manusia, jutsru mempermudah hidup dan kehidupannya.
“Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. 2:185).
“Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengutusku untuk mempersulit atau memperberat, melainkan sebagai seorang pengajar yang memudahkan” (HR. Muslim).
“Sesungguhnya Allah suka kalau keringanan-keringanan-Nya dimanfaatkan, sebagaimana Dia benci kalau kemaksiatan terhadap perintah-perintahNya dilakukan” (HR. Ahmad, dari Ibn ‘Umar ra.).
Sebagaimana layaknya “petunjuk jalan”, Islam memudahkan manusia untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Jika manusia merasa susah dalam hidupnya, bisa dipastikan, karena ia tidak mematuhi petunjuk Islam. Yang menjadikan Islam terasa berat dan susah adalah diri kita sendiri, lebih tegasnya hawa nafsu kita.
Dalam sejumlah firman-Nya, Allah Swt menegaskan, Islam tidak dimaksudkan untuk menyusahkan atau memberatkan manusia.
“Dan sesungguhnya Kami memudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah yang mengambil pelajaran?” (QS. 54:17).
“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepada kamu supaya kamu menjadi susah” (QS. 20:2).
“Allah menghendaki kemudahan bagi kamu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. 2:185)
Ayat-ayat di atas dengan jelas mengatakan, kesusahan, kepayahan, kesukaran, dan kesengsaraan bukanlah konsep yang dianjurkan Islam (Al-Quran). Islam adalah untuk kemudahan dan kebahagiaan manusia.
“Dan siapa yang berbuat kebaikan, lelaki atau perempuan dan dia mukmin, sungguh Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik” (QS. 16:97)
Dalam prinsip Islam, semua perintah, tanggungjawab, dan beban adalah dibuat dan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia. Allah Swt tidak akan membebani hamba-Nya melainkan disesuaikan dengan kemampuan manusia.
“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah:286).
Imam Ibn Qayyim menyatakan, “Hakikat ajaran Islam semuanya mengandung rahmah dan hikmah. Kalau ada yang keluar dari makna rahmah menjadi kekerasan atau keluar dari makna hikmah menjadi kesia-siaan, berarti itu bukan termasuk ajaran Islam. Kalaupun dimasukkan oleh sebagian orang, maka itu adalah kesalahkaprahan.”
Dalam sebuah hadits Qudsi Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya Allah suka kalau keringanan-keringanan-Nya dimanfaatkan, sebagaimana Dia benci kalau kemaksiatan terhadap perintah-perintahNya dilakukan” (HR. Ahmad, dari Ibn ‘Umar ra.).
Dalam sebuah perjalanan jauh, Rasulullah Saw pernah melihat seorang sahabat tampak lesu, lemah, dan terlihat berat. Beliau langsung bertanya apa sebabnya. Para sahabat yang lain menjawab bahwa orang itu sedang berpuasa. Maka Rasulullah Saw langsung menegaskan:
“Bukanlah termasuk kebajikan untuk berpuasa di dalam perjalanan (yang jauh)” (HR. Ibn Hibbân, dari Jâbir bin ‘AbdilLâh ra.)
Islam tidak mendukung praktek beragama yang menyulitkan. Disebutkan dalam sebuah riwayat, ketika sedang menjalankan ibadah haji, Rasulullah Saw memperhatikan ada sahabat yang terlihat sangat capek, lemah, dan menderita. Maka beliau pun bertanya apa sebabnya. Ternyata, menurut cerita para sahabat yang lain, orang tersebut bernadzar akan naik haji dengan berjalan kaki dari Madinah ke Mekkah. Maka Rasulullah Saw langsung memberitahukan:
“Sesunguhnya Allah tidak membutuhkan tindakan penyiksaan diri sendiri, seperti yang dilakukan oleh orang itu” (HR. Bukhâri dan Muslim, dari Anas ra.).
Demikianlah, Islam sebagai agama yang rahmatan lil’ ‘alamin secara kuat mencerminkan aspek hikmah dan kemudahan dalam ajaran-ajarannya. Kita sebagai kaum muslimin, telah dipilih oleh Allah Swt untuk menikmati kemudahan-kemudahan tersebut.
Diceritakan oleh ‘Aisyah ra. bahwa Rasulullah Saw dalam kesehariaannya, ketika harus menentukan antara dua hal, beliau selalu memilih salah satunya yang lebih mudah, selama tidak termasuk dalam dosa (HR. Bukhâri dan Muslim).
Dalam hal shalat, misalnya, Islam memberikan keringanan dengan konsep jama’ dan qoshor bagi musafir atau bagi perantau. Demikian juga dalam situasi darurat, Islam membenarkan shalat dilakukan dalam berbagai cara: berdiri, duduk, bahkan berbaring. Wallahu a’lam. (ed/ddhongkong.org).*
Islam Itu Mudah dan Memudahkan | Opini dan Kajian - DDHK News
Http://ddhongkong.org

Bagaimana Islam itu Memudahkan?

By on 28.9.15

Jika kamu mengira islam itu rumit berarti kamu belum mengerti islam dengan baik.

Apakah kamu mengetahui Islam dengan baik?

Saya menyempatkan searching di google dengan key 'Islam memudahkan manusia' dengan harapan menemukan efek ajaran Islam terhadap kehidupan di dunia ini yg nyata namun yg paling banyak saya temukan adalah bahasan mengenai amal yg memudahkan manusia menyeberangi jembatan neraka atau yang kita kenal dengan sirath. Cukup disayangkan bahwa pembahasan yg langsung mengenai islam yang memudahkan bukan hanya diakhirat namun juga didunia belum ada padahal saya pernah membaca di buku dan sering mendengar dari para dai/ustad mengenai pembahasan ini.

Satu hikmah dari pembelajaran malam itu adalah mengingatkan saya bahwa Islam juga mengajarkan bukan secara denotatif namun bisa berarti konotatif, bukan hanya fakta yg nampak namun juga kiasan untuk penerapan did dunia ini.

Misalkan makna dari sirath dalam kehidupan di dunia bahwa manusia seolah berdiri di atas tali yg sangat tipis yang mudah terombang ambing yg jika tidak hati-hati jangankan diakhirat namun di dunia akan jatuh dalam neraka dunia yang dapat berupa siksaan batin. Kapanpun kita tak pernah aman dalam dunia ini bukankah Islam telah mengingatkan bahwa setan adalah musuh yg nyata.
Sehingga ajaran Islam dapat memudahkan bukan hanya dengan melakukan yg nyata namun memahami juga makna yang tersimpan yg menguatkan kedekatan kita pada-Nya dan semakin memudahkan kita dalam beribadah.

Minggu, 27 September 2015

MUSLIM PAPUA YG PENUH KETERBATASAN EKONOMI

By on 27.9.15

Tadi malam saya terbangun dan yang terpikir adalah gambar dp bbm seorang sahabat yg mengambarkan seorang anak lusuh yg sedang belajar membaca Al-Quran. Sesuatu yg miris adalah karena dia adalah seorang anak papua. Sebuah tempat yg mayoritas non muslim, mereka yg sering kali diuji keimanan dan masih mampu bertahan. Suatu kebasaran Allah menurut saya. Tidak mudah bagi seorang manusia biasa untuk mengatasi godaan keimanan seperti di papua.

Ketika sebagian besar orang Papua membenci pendatang Indonesia, mereka yg muslim inilah yg menyambut kami dengan penuh ketulusan yg menyentuh, keterbatasan yg menggerakkan hati kami untuk membantu.

Cara untuk melakukan seperti yang dilakukan orang lain

By on 27.9.15

Jika orang lain mampu, kau pun pasti bisa. Hal ini berlaku untuk setiap hal yang ada di dunia ini. Jika orang lain mampu menghidupi keluarganya dan menjadi ayah maupun suami yang baik maka saya pun mampu melakukannya. Meski di hadapanmu adalah jalan yang tampak mustahil pasti ada jalan

Jumat, 18 September 2015

KORUPSI TERANG-TERANGAN, KENAPA?

By on 18.9.15

Sadar lah diriku
Ketika sebagaian besar orang tidak menyadari.
Jaman dulu sulit menemukan orang maksiat di depan umum sekarang banyak orang laki perempuan bukan muhrim berduaan. Banyak orang sekarang minun-minum di depan umum. Banyak orang memakai tato.
Memang gue peduli, sebagian besar orang berpikiran seperti itu. Termasuk saya, dan akhirnya saya menyadari.
Hal yang paling memukul bangsa inipun terjadi. Korupsi secara terang-terangan!
Padahal mereka dulu juga korupsi tapi sembunyi-sembunyi.
Apapun alasannya selama kita memiliki agama kita tidak bisa menolak bahwa ada Tuhan yang selalu menyertai kita. Maha Menguasai segala sesuatu yang dapat dengan mudah mengatur dampat atas kita lakukan tanpa kita sadari.

Apapun alasan sederhana yg kita pahami korupsi menjadi terang-terangan adalah akibat maksiat yg kita lakukan dari sebelumnya sembunyi-sembunyi telah muncul di depan umum.
Sekuat apapun badan sejenis KPK tidak akan berpengaruh banyak memberanras korupsi, jika akarnya tidak di benahi. Malah semoga saja tidak terbawa dalam pusaran besar ini.
Jika kita merasa telah melakukan sesuai dengan perintahnya maka seharusnya kita tidak terkena dampak kemaksiatan itu. Benarkah? Kamu benar-benar paham agamamu.
Menghindarkan maksiat agar tidak terjadi di depan umum bukanlah hal mudah. Saya bahkan tidak tahu mulai dengan cara apa? Kepada siapa? Dari mana?. Namun bersiaplah karena balasan Allah SWT atas pelanggaran larangannya pasti akan kita rasakan.