Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Muslim yg membiarkan saudaranya terjebak keburukan, keburukan itu pasti berlahan menghampirinya

Rabu, 27 Januari 2016

Televisi yes or no untuk keluarga Islam

By on 27.1.16

Bisa jadi ada seseorang yang akan menjadi gila karena memikirkan tv yang kini siarannya semakin tidak berbobot. Bayangkan saja bagaimana bagaimana tidak berimbangnya penyiaran chanel tv tertentu, misalkan saja jika yg memimpin adalah mereka yang royal pemerintah maka pemberitahan adalah hal-hal yang positif dari pemerintah dan jika chanel adalah milik yang kontra pemerintah maka pemberitaannya berisi kritikan-kritikan.

Sebagai umat Islam kita harus cerdas dalam memilih khususnya jika hal itu dilakukan untuk buah hati kita. Kenyataannya kini ada chanel yang 90% di miliki oleh non muslim bahkan pegawai muslim yang berpengaruh di copot dari jabatannya. Ada juga chanel yang luarannya tampak islami, dari penyiarnya yang berkerudung, acara yang mengajarkan sholat namun dalam prosesnya jauh dari islam bahkan pemainnya jg tidak melaksanakan sholat.

Lalu apa jawabannya jika tv sudah tidak lagi pro kepada Islam bahkan melecehkan Islam? Jawabannya sederhana bagi kita kebanyakan orang yg tidak mampu mempengaruhi tv untuk menghentikan tv melakukan hal itu yaitu berhenti melihat tv.

Sederhana memang tapi jujur jalan ini akan sulit terpikir bagi mereka yg sudah kecanduan televisi. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah umat Islam mampu kompak untuk tidak melihat tv ketika tv jelas mendeskriditkan Islam.

Butuh sedikit kemauan sebenarnya jika kita tahu bahaya televisi.

Berikut bahaya telivisi bagi buah hati anda.

Jika dalam masa pertumbuhannya anak anda terlalu banyak melihat tv maka.

1. Mudah kehilangan fokus
2. Tidak terbiasa dengan interaksi lingkungan
3. Boros waktu, bisa tidak menghargai waktu. Menjadi pasif dan tidak produktif.

Kamis, 14 Januari 2016

Mempertanyakan kejadian Peledakan di Indonesia

By on 14.1.16

Saya tidak menyalahkan pihak berwajib yang tidak berhasil mencegah setiap hal yang mengancam masyarakat. Juga tidak menyalahkan Ulama yang  seharusnya mampu memberikan Islam yang benar karena Ulama lah yang semestinya turun langsung ke masyarakat.

Namun kejadian pengeboman ini bagi saya merupakan tamparan bagi Ulama di negeri ini. Saya tidak pernah tahu ada ulama yang mengajarkan untuk mengebom atau melukai saudaranya sendiri karena hukumnya sama dengan menyakiti Rasulullah. Saya pernah mendengar mengenai jihat namun bentuk jihat untuk bekerja atau dimulai dari diri sendiri, dan jika ada yang sampai berperang tentu seperti jaman perjuangan kemerdekaan dulu. Maka pengeboman yang terjadi saya bertanya, ada apa dengan Ulama negeri ini dan pihak berwajib. Apakah mereka tidak memiliki taring untuk dihargai?

Setahu saya pihak kepolisian telah mengundang ormas Islam untuk di berikan penyuluhan anti ektrimisme sejenis pemboman tersebut. Jelas hal ini berarti kurang maximalnya kerja sama Ulama dengan pihak berwajib kepada masyarakat.

Jika masih tidak bisa mengobati hal seperti ini menurut saya kita mempertanyakan kepada intelegen negeri ini. Pertanyakan kepada intelegen negara yang mengetahui banyak hal namun tidak bisa berbuat banyak, jika itu sampai terjadi saya rasa mereka telah terjebak keadaan yang fatal.

Maka kesalahan mereka salah satunya tentu telah melupakan sejarah perjuangan negeri ini. Saya sendiri tidak faham banyak namun saya menemukan bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada Ulama yang kuat.

Rabu, 13 Januari 2016

Kerja Keras dan Menganggur

By on 13.1.16

Aku merasakan satu tahun kerja keras dan setengah tahun tidak bekerja.

Namun setengah tahun itu terasa jauh lebih berat daripada yang satu tahun.

Bagaimana tidak bekerja lebih berat dari pada bekerja keras?

Kemudian aku menemukan di negeri ini berjuta-juta orang tidak bekerja. Apakah pemimpin negeri tahu merasakan berapa berat beban yang seaungguhnya menjadi tanggung jawabnya.

Selasa, 12 Januari 2016

Kinerja yang Baik harus juga Berimbang

By on 12.1.16

Menjelang pilkada serentak presiden mulai ditekan untuk memperbaiki kinerjanya.

Tampak dari kunjungan mantan presiden megawati.

Selanjutnya mereka yang ingin menjadi presiden juga memperbaiki sikap mereka. Namun yang paling penting adalah bagaimana semua hal itu tampak senatural mungkin.


Untuk Bapak Presiden jika mampu menekan masyarakat dengan pajak yang lebih tinggi apakah juga mampu menerapkan hal itu kepada pihak besar yang mengeksploirasi kekayaan negeri ini. Jika tidak tentu ada tanda tanya besar.

Sasaran

By on 12.1.16

Hal yang besar adalah sasaran mereka yang ingin menguasai negeri ini. Hal kecil adalah sasaran mereka yang teliti. 


Kharakter Comentar Muslim dan Blogger Islam

By on 12.1.16

Sahabat pasti merasa tidak enak melihat banyak komentar yang berbahasa buruk dan sayangnya itu juga ada pada komentar pada berita-berita Islami, bahkan juga komentar yang membuli.

Sekali lagi hal itu bukan karakter Comentar seorang muslim, malah seringkali bukan seorang muslim meski memakai nama yang sangat Islami. Lalu bagaimana kharakter Comentar Muslim yang sebenarnya?

Berikut Kharakter Comentar Muslim menurut ibadahresearch.blogspot.com

-Menulis dengan bijak, tanpa kata yang menyakiti saudaranya bahkan kepada yang non muslim


Sementara bagi kata yang negatif biasanya memakai nama sangat Islami misalkan : syaiful islam, cinta nabi mrupakan mereka yang suka mengadu domba atau minimal membuat keadaan runyam agar hal penting dari berita teralihkan atau minimal terhalangi dengan kata-kata kotor.

Biasanya saya sebagai blogger banyak menemui komentar ini dan kemudian tidak saya tampilkan. ini juga merupakan kharakter blogger Islam. Pengawasan ini tidak akan dilakukan oleh blogger umum. Namun penting bagi berbagai blog populer dimana setiap komentar masih di moderasi, maka semestinya blogger Islam juga menerapkan cara sederhana namun penting ini.

Berikut contoh tulisan yang tidak saya masukkan di salah satu blog saya sebagai rasa tanggung jawab saya terhadap informasi yang ingin saya sampaikan.


Sabtu, 09 Januari 2016

Sasaran Terbaik untuk Menguasai Negeri Ini

By on 9.1.16

Di era informasi ini kita mengenal agensi Rahasia seperti FBI dst

Kenyataannya keberadaan agensi seperti ini memang ada dan kebanyakan sangat aktif dalam mensukseskan berbagai program rahasia. 
Saya sama sekali tidak tahu mengenai program dan tujuan mereka namun ada hal mendasar yang perlu masyarakat ketahui, jika agensi ini ingin menguasai sebuah negara maka hal paling efektif yang harus mereka lalui.

Karena jumlah mereka terbatas namun di tunjang kekuatan yang besar maka mereka hanya akan menyerang bagian strategis yang memiliki pengaruh besar.

Pertama: orang-orang penting, inilah alasan kenapa banyak orang penting yang akhirnya terjatuh dan tidak dapat bertahan akredibilitas mereka, adanya agensi rahasia (X) ini memaksa mereka untuk tunduk kepada mereka, juga menunjukkan pengaruh dan daya jerat yang kuat sesuai dengan kekuatan mereka yang akan tidak mudah dielakkan. Namun beberapa orang penting yang sejati pasti akan mampu mengelak gertakan mereka.

X lain yang tidak berhasil merekrut orang penting akan mengambil orang lain dibawah mereka yang tidak berhasil dikuasai kemudian mengorbitkan mereka untuk lebih terkenal dari pada yang tidak menjadi rekan mereka. Hal ini perlu digaris bawahi jika da orang baru yang tanpa sebab jelas atau terlalu jelas tiba-tiba melesat keatas patut masyarakat wsaspada.

X juga merekrut orang-orang no 2 yang dapat membuktikan pengaruh mereka maka sebagai masyarakat umum kita harus juga tidak mudah terkecoh, saya sarankan anda mendekat dengan ulama karena para Ulama terbatasi aturan tertentu sehingga tidak bebas dalam menuruti pengaruh X. Jika ulama tersebut melanggar hal tersebut dengan sendirinya title ulama akan luntur dan mereka tidak lagi memiliki pengaruh yang diperlukan.


Kedua: Instansi Penting.  agensi rahasia (X) jika ingin menguasai negeri ini harus mampu mngendalikan instansi penting, tidak harus menguasai setiap orang cukup mereka di point pertama yaitu yang mengambil kebijakan.
Menurut saya dewasa ini yang rawan dan harus diwaspadai yang terkuat dalam bidang militer tentu TNI, dari umat mayoritas Islam tentu NU, kemudian musuh-musuh alami mereka TNI bisa jadi diadu dengan Polri agar lemah dan mudah dikendalikan. NU diadu dengan MU dengan jalan sama. Kemudian beberapa organisasi yang mereka anggap berbahaya bagi X.


Ketiga: Masyarakat dalam hal ini opini masyarakat. yang paling sederhana melalui media. Masyarakat yang tidak berpendidikan lebih mudah dipengaruhi karena pengetahuan sempit. Orang-orang sibuk yang tidak memiliki waktu juga mudah dikendalikan. Mereka yang hatinya dan pemikiran sempit juga mudah. Solusi paling baik adalah berkomunikasi dengan ulama.


bersambung.

Ulama Memiliki Tugas Yang Berat Untuk Menyelamatkan Negeri Ini

By on 9.1.16

Ulama bukan hanya berkewajiban membimbing umat Islam negeri ini namun juga menyelamatkan seluruh negeri ini.

Sangat urgent adanya kedekatan Ulama dengan Masyarakat.

Pemuda yang selalu membara semangatnya jika jauh dari ulama akan mudah menyalahkan dan sempit pandangannya sehingga bisa menimbulkan kerusakan yang besar.

Orang tua yang berpikiran dalam jika jauh dari ulama maka tidak akan mampu mencetak generasi yang unggul bagi agamanya. Padahal anakl-anak hari inilah yang akan menentukan masa depan negara. Jika mereka rusak maka suramlah masa depat.

Masyarakat yang saling berinteraksi jika ulama biarkan menentukan sendiri jalan tanpa arahan ulama jika telah terjerumus kedalam kesalahan akan sulit dibenahi, termasuk jika terlanjur terjatuh korban maka dendam akan tidak mudah diurai.

Bahkan yang paling parah jika ulama telah terkena pengaruh disekitarnya yang negatif maka akan kehilangan nilai untuk mengobati umat Islam ini.

Namun Rasulullah sendiri yang menunjuk Ulama sebagai penerus para nabi tentu akan selalu ada setiap generasi ulama yang benar-benar terjaga. Kedudukan ulama tidak akan pernah tergeser meski berbagai media memberitakan keburukan atau keterlibatnya kepada hal seperti yahudi dan syiah. Karena tidak mungkin kejahatan dan kebaikan akan dapat bersatu pasti ada yang mendominasi. Ulama lah tempat kebaikan itu.

Seorang ulama mengatakan, hadist yang lemah(dhoif) masih jauh lebih baik dari kata-kata bijak seorang motivator - demikian beda antara ulama yang paling lemah dengan manusia yang bukan ulama menurut saya.

Setelah adanya tulisan ini saya taksir serangan kepada ulama akan semakin deras, karena merekalah pelindung terakhir pemikiran umat, pintu dan penerus ajaran Islam. Semoga kita dapat dipertemukan dengan ulama yang baik.

Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah dari Sudut Maulid (renungan singkat)

By on 9.1.16

Secara sangat awam saya melihat bahwa kedua organisasi yaitu Nahdatul Ulama dan Muhamaddiyah merupakan kelompok yang kontraproduktiv dan berlawanan.

Namun semakin lama saya melihat maka tampak bahwa gerigi yang bersinergi dan saling melengkapi padahal saya masih baru mencoba mengenal kepada khotib jumat setelah berkali-kali saya jumatan meski agak samar namun dapat kita lihat dari kacamata saya pandangan saya diparagaf awal tidak benar.

Misal mengenai Maulid nabi NU mengadakan Perayaan dari surau sampai masjid sedang Muhammdiyah tidak. Namun dari ceramah ulama MU saya dapatkan ternyata boleh melakukan Maulid Nabi selama dalam acaranya terkandung manfaat seperti mengaji dst. Meski hukumnya bukan wajib atau sunnah. Sedang dari NU dengan diadakan Maulid Mampu mengembalikan semangat Umat Islam untuk mengingat nabi dan ajarannya dengan berbagai perayaan, juga membangun jiwa bagi anak-anak Islam untuk ingat Nabinya dan ajaran Allah SWT.

Bukankah sinergi dari MU menjelaskan hukumnya kepada orang tua agar lebih mampu menempatkan dengan benar sementara NU menyelamatkan generasi muda dan anak-anak melawan gempuran  media yang negatip dan melalaikan, untuk mengingat ajaran Islam.

Islam yang Kokoh Menghalau Tindak Ekstrim

By on 9.1.16

Masa peperangan yang terjadi di timur tengah terjadi karena umat Islam disana tidak lagi memiliki pengaruh yang mampu mengendalikan keadaan, meski mereka muslim namun jiwa sebagai muslimnya telah terkikis habis atau malah sesungguhnya anti terhadap ajaran Islam sendiri.

Jika para ulama Indonesia dan umat Islam tidak kembali untuk memperdalam keyakinan dan kecintaaan serta mengamalkan jaran agamanya tentu akan juga mengalami masa tersebut.

Saya dan mungkin sebagian orang awam salah besar jika mengira peperangan dalam negeri itu terjadi karena sikap ekstrim seperti yang disebarkan melalui media masa. Para orang tua muslim dibuat ketakutan jika anaknya menjalankan ajaran Islam, para pekerja merasa kesulitan jika harus menjalankan kerja sesuai dengan ajaran Islam dan hubungan masyarakat merasa asing dengan Islam merupakan gejala dari rasa anti Islam yang tanpa sadar mulai ada pada umat Islam sendiri. Ini jauh berbahaya dari pada perasaan tersebut berada pada orang non Islam.

Ulama seharusnya  dapat dianggap sebagai dokter untuk mengobati penyakit ini, dan masyarakat yang harusnya menyadari hal itu. Dengan jauhnya masyarakat dari Ulama maka akan terputus hubungan tersebut dan rentan terjadi sakit-sakit pada umat ini.

Sungguh kejadian di damaskus juga diawali dengan menjauhnya umat Islam dari Ulama yang kemudian menjadi lemah dan akhirnya menjadi sasaran mereka yang tidak lagi jeri dengan persatuan umat Islam. Suatu hal yang jauh berbeda dari yang saya pikirkan bahwa itu akibat dari ajaran Islam seperti di media televisi yang sering menyiarkan bentrok di timur tengah.

Jangan sampai media berhasil menipu anda khususnya yang jauh hubungan dari ulama. Sehingga menganggap islam adalah ajaran yang keras. Apalagi umat Islam menjauhi sendiri ajaran agamanya. Kalau tidak maka berhasillah propaganda mereka. Mari kembali kepada Ulama dan tingkatkan ibadah kita. Maka Anda akan menemukan sisi lain dari kekuatan umat Islam sehingga mampu menghindari ancaman perang yang diadu domba dinegeri ini.

Kamis, 07 Januari 2016

Manusia Penipu dan Jin Penipu

By on 7.1.16

Jika manusia saja ada yg tertipu oleh makhluk halus seperti jin. Maka wajar jika lebih banyak lagi manusia yg tertipu tipu daya manusia lainnya.

Namun yang perlu kita camkan adalah tiada keburukan yang menimpa kita kecuali melunturkan dosa kita.

Maka orang yang agak buruk lebih mudah ditipu dari pada orang baik karena dengan hal itu Allah hendak membaikkan orang itu. Sementara orang yang benar-benar buruk maka ada sebagian diberikan hidayah kepada mereka dan yang lain dibiarkan jauh dan tidak mudah tertipu karena sesungguhnya mereka telah tertipu hal yang jauh lebih besar sementara  Tuhan menangguhkan keburukannya bersama siksa yang pedih.

Menolong Agama Islam

By on 7.1.16

Sederhana jika saat ini anda tidak tahu bagaimana membantu agama ini, dengan menjalankan agama secara kaffah maka anda akan menemukan kekuatan untuk menolong Agama Allah.

Lakukan dan berilmulah, cintailah ulama,saudara dan dirimu.

Cantik atau Sholeha

By on 7.1.16

Lebih susah mana mensholehkan diri atau mempercantik diri?

lebih baik mana tidak terlalu cantik namun sholeha

atau

Sangat cantik namun tidak sholeha


bagi saya kecantikan masih bisa di lakukan sehingga menjadi cantik dan sholeha

namun jika tidak sholeha maka kemana hidayah itu akan dicari belum tentu akan muncul


maka sholeha lebih berarti dari pada kecantikan.